RUPSLB PIPA Tentukan Direksi Baru, Noprian Fadli Bergabung

Senin, 02 Februari 2026 | 12:12:20 WIB
RUPSLB PIPA Tentukan Direksi Baru, Noprian Fadli Bergabung

JAKARTA - PT Multi Makmur Lemindo Tbk. (PIPA) resmi melakukan perombakan jajaran pengurus perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). 

Agenda ini menjadi penanda fase baru dalam perjalanan perusahaan, seiring masuknya sejumlah nama baru di jajaran direksi serta penyesuaian struktur komisaris yang disepakati pemegang saham.

Keputusan tersebut diambil dalam RUPSLB yang digelar pada 26 Januari 2026. Dalam rapat itu, pemegang saham menyetujui pengunduran diri beberapa pengurus lama sekaligus mengangkat jajaran manajemen baru untuk memimpin operasional dan strategi bisnis perseroan ke depan. Salah satu nama yang mendapat sorotan adalah Noprian Fadli, yang resmi masuk sebagai Direktur PIPA.

Perubahan ini sekaligus mencerminkan upaya penyegaran organisasi yang dilakukan perusahaan, terutama setelah sejumlah aksi korporasi dan perubahan kepemilikan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Manajemen berharap susunan baru ini dapat memperkuat tata kelola serta mendorong kinerja PIPA di industri pipa dan material bangunan.

Perubahan Susunan Direksi Perseroan

Perombakan paling signifikan dalam RUPSLB PIPA terjadi pada jajaran Direksi. Rapat menyetujui pengunduran diri Imanuel Kevin Mayola dari jabatannya sebagai Direktur Utama. 

Posisi tersebut kemudian dipercayakan kepada Firrisky Ardi Nurtomo, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur dan kini resmi diangkat menjadi Direktur Utama PIPA.

Selain itu, pemegang saham juga menerima pengunduran diri Junaedi dari posisi Direktur. Sebagai pengganti, RUPSLB menetapkan Noprian Fadli sebagai anggota Direksi baru. Dengan keputusan tersebut, struktur Direksi PIPA kini diisi oleh Firrisky Ardi Nurtomo sebagai Direktur Utama dan Noprian Fadli sebagai Direktur.

Masa jabatan jajaran Direksi baru ini ditetapkan hingga 30 Juli 2027. Penetapan periode jabatan tersebut diharapkan memberikan kepastian kepemimpinan dalam jangka menengah, sekaligus ruang bagi manajemen untuk menjalankan strategi bisnis secara konsisten dan terukur.

Penyegaran Dewan Komisaris

Selain Direksi, RUPSLB PIPA juga menyentuh struktur Dewan Komisaris. Pemegang saham menyetujui pengunduran diri Susyanalief dari jabatannya sebagai Komisaris. Meski demikian, posisi Komisaris Utama tetap dipegang oleh Nicolas Sahrial Rasjid, sehingga kesinambungan fungsi pengawasan tetap terjaga.

Untuk melengkapi susunan Dewan Komisaris, RUPSLB menetapkan Ramdani Eka Saputra sebagai Komisaris. Dengan demikian, struktur Dewan Komisaris PIPA per Januari 2026 terdiri dari Nicolas Sahrial Rasjid sebagai Komisaris Utama dan Ramdani Eka Saputra sebagai Komisaris.

Manajemen menilai komposisi ini telah disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, baik dari sisi pengawasan maupun dukungan terhadap arah strategis yang akan ditempuh. Penyegaran ini juga menjadi bagian dari komitmen PIPA dalam menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Penyelenggaraan RUPSLB dinyatakan sah karena memenuhi kuorum kehadiran. Rapat dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 2.149.115.479 saham atau setara dengan 62,727% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah. Seluruh keputusan yang diambil dalam agenda perubahan pengurus tersebut disetujui secara bulat dengan tingkat persetujuan mencapai 100%.

Profil dan Jejak Noprian Fadli

Masuknya Noprian Fadli ke jajaran Direksi PIPA menarik perhatian pelaku pasar. Sosok ini dalam setahun terakhir kerap muncul dalam sejumlah aksi akuisisi emiten berskala kecil di Bursa Efek Indonesia. 

Setidaknya terdapat tiga emiten yang terkait langsung dengan Noprian Fadli, yakni PT Multi Makmur Lemindo Tbk. (PIPA), PT Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA), dan PT Techno9 Indonesia Tbk. (NINE).

Nama Noprian Fadli sebelumnya tercantum dalam keterbukaan informasi yang disampaikan PIPA pada 6 Oktober 2025. Dalam dokumen yang dilaporkan kepada Bursa Efek Indonesia tersebut, Noprian Fadli selaku Direktur PT Morris Capital Indonesia menyampaikan fakta material terkait penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) untuk membeli 43,8% saham PIPA.

Hampir bersamaan dengan transaksi tersebut, Noprian Fadli juga dikaitkan dengan rencana aksi akuisisi PT Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA). Dalam keterbukaan informasi tertanggal 3 Oktober 2025, Direktur Utama MEJA Richie Adrian Hartono menyampaikan bahwa PT Bisnis Bersama Berkah dan PT Triple Berkah Bersama tengah melakukan negosiasi serta proses uji tuntas terkait rencana pengambilalihan 45% saham MEJA.

Saham tersebut direncanakan diakuisisi oleh Triple Berkah Bersama dari Richie Adrian Hartanto S dan PT Interra Djaya Karya selaku pemegang saham mayoritas MEJA. Ditelisik lebih lanjut, Triple Berkah Bersama merupakan perusahaan investasi, holding, serta konsultan keuangan dan manajemen yang berkantor di Plaza Sovereign, Cilandak, Jakarta Selatan.

Dalam struktur perusahaan tersebut, Noprian Fadli diketahui memiliki posisi strategis. Ia tercatat sebagai pemilik manfaat akhir atau ultimate benefit owner PT Bisnis Bersama Berkah dan PT Triple Berkah Bersama, sekaligus menjalankan peran sebagai Direktur di kedua entitas tersebut.

Sebelum terlibat dalam aksi akuisisi PIPA dan MEJA, Noprian Fadli juga telah lebih dulu melancarkan langkah investasi di PT Techno9 Indonesia Tbk. (NINE). Noprian Fadli beserta pihak-pihak terkait tercatat masuk ke dalam jajaran manajemen NINE pada Oktober 2024.

Harapan Terhadap Kepemimpinan Baru

Dengan susunan pengurus baru ini, PIPA diharapkan dapat memperkuat fondasi tata kelola perusahaan sekaligus meningkatkan kinerja bisnis di tengah dinamika industri pipa dan material bangunan. Kehadiran figur-figur baru di jajaran Direksi dan Komisaris diharapkan membawa perspektif segar serta strategi yang adaptif terhadap tantangan pasar.

Manajemen memandang RUPSLB ini sebagai momentum penting untuk memastikan kesinambungan usaha, meningkatkan kepercayaan pemegang saham, serta mendukung langkah ekspansi dan efisiensi operasional ke depan. 

Dengan struktur organisasi yang telah disesuaikan, PIPA optimistis dapat melangkah lebih solid dalam menjalankan agenda bisnis hingga akhir masa jabatan pengurus yang baru.

Terkini