Pertarungan Sengit Dua Raja HP Dunia Saat Vendor Oppo Semakin Tertinggal

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:01:01 WIB
Pertarungan Sengit Dua Raja HP Dunia Saat Vendor Oppo Semakin Tertinggal

JAKARTA - Industri telepon seluler global saat ini sedang menyaksikan persaingan yang sangat kompetitif antarpabrikan besar.

Laporan terbaru dari firma riset pasar Omdia menunjukkan bahwa Apple dan Samsung terlibat dalam persaingan yang sangat sengit. Sepanjang tahun 2025, total pengiriman perangkat smartphone secara global berhasil menyentuh angka 1,25 miliar unit di seluruh dunia. Pertumbuhan sebesar 2 persen secara tahunan ini menandai volume pengiriman tertinggi sejak periode tahun 2021 yang lalu.

Kenaikan jumlah pengiriman ini sebagian besar didorong oleh siklus penggantian perangkat yang dilakukan oleh para konsumen global. Mayoritas wilayah di dunia melaporkan adanya tren pertumbuhan, meskipun pasar China justru mengalami sedikit penurunan di akhir tahun. Penurunan di Negeri Tirai Bambu tersebut terjadi karena adanya pengurangan subsidi pemerintah yang sempat memicu permintaan tinggi.

Dominasi Mutlak Apple dan Samsung di Puncak Klasemen Global

Apple kembali mengukuhkan posisinya sebagai penguasa pasar nomor satu dengan total pengiriman mencapai 240,6 juta unit iPhone. Pencapaian ini membuat perusahaan asal Amerika Serikat tersebut menguasai 19 persen pangsa pasar global dengan pertumbuhan tahunan 7 persen. Apple berhasil mempertahankan gelar juara selama tiga tahun berturut-turut berkat performa penjualan yang sangat kuat pada kuartal keempat.

Samsung menempel sangat ketat di posisi kedua dengan total pengiriman yang mencapai angka sebesar 239,1 juta unit. Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini juga mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 7 persen dengan pangsa pasar 19 persen. Keberhasilan Samsung ini didukung oleh keseimbangan performa antara seri flagship Galaxy S serta lini produk menengah seri A.

Kinerja Penjualan Xiaomi dan Rekor Baru Bagi Vendor Vivo

Xiaomi tetap bertahan di posisi ketiga meskipun mencatatkan penurunan jumlah pengiriman perangkat sebesar 2 persen secara tahunan. Total pengiriman Xiaomi mencapai 165,4 juta unit, yang memberikan mereka penguasaan pangsa pasar smartphone dunia sebesar 13 persen. Penurunan ini disebabkan oleh melandainya permintaan untuk ponsel kelas bawah di beberapa wilayah operasional utama milik perusahaan tersebut.

Vivo mencetak sejarah baru dengan berhasil menembus posisi empat besar dalam daftar vendor smartphone teratas secara global. Sepanjang tahun 2025, Vivo sukses mengirimkan sebanyak 105,3 juta unit perangkat ke berbagai pasar yang ada di dunia. Pertumbuhan sebesar 4 persen ini sangat dipengaruhi oleh dominasi mereka di pasar India yang terus menunjukkan tren positif.

Posisi Paling Buncit Oppo di Daftar Lima Besar Dunia

Oppo harus puas berada di posisi paling buncit atau urutan kelima dalam daftar vendor papan atas global. Total pengiriman gabungan antara Oppo dan OnePlus tercatat sebesar 100,7 juta unit dengan penurunan mencapai angka 3 persen. Meskipun demikian, tanda-tanda pemulihan bagi Oppo mulai terlihat berkat peluncuran seri A yang cukup sukses di pasar internasional.

Omdia memprediksi posisi Oppo bisa menguat kembali setelah adanya rencana integrasi brand Realme ke dalam ekosistem perusahaan. Selain lima besar tersebut, brand lain seperti Honor dan Lenovo juga menunjukkan performa yang cukup stabil di pasar. Bahkan, brand Nothing mencatatkan pertumbuhan fantastis sebesar 86 persen meskipun volume pengirimannya belum mampu menandingi para pemain utama.

Tantangan Harga Komponen dan Proyeksi Pasar Tahun Depan

Tahun 2026 diprediksi akan menjadi periode yang penuh tantangan bagi seluruh vendor smartphone di tingkat dunia. Kenaikan harga komponen penting seperti memori DRAM dan NAND diperkirakan akan memberikan tekanan besar pada biaya produksi perangkat. Hal ini berpotensi memicu kenaikan harga jual di tingkat konsumen untuk mempertahankan margin keuntungan bagi setiap perusahaan.

Kondisi tersebut akan sangat memengaruhi vendor yang fokus pada segmen ponsel murah dengan margin keuntungan yang tipis. Sebaliknya, vendor besar seperti Apple dan Samsung memiliki daya tahan lebih kuat karena skala ekonomi yang mereka miliki. Fokus industri pada tahun 2026 diperkirakan akan bergeser dari sekadar kuantitas menuju kualitas dan profitabilitas bisnis.

Terkini