Investasi Freeport Tambah Rp337,6 Triliun Perpanjang Masa Operasi Hingga 20 Tahun

Jumat, 20 Februari 2026 | 14:31:59 WIB
Investasi Freeport Tambah Rp337,6 Triliun Perpanjang Masa Operasi Hingga 20 Tahun

JAKARTA - PT Freeport Indonesia resmi menambah komitmen investasi senilai Rp337,6 triliun demi memastikan keberlanjutan operasional tambang di Papua hingga 20 tahun mendatang.

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk kepastian dari perusahaan tambang raksasa tersebut untuk terus berkontribusi bagi perekonomian nasional secara signifikan dan konsisten.

Nilai investasi yang sangat fantastis ini direncanakan akan mengalir secara bertahap untuk memperkuat infrastruktur tambang bawah tanah yang merupakan aset paling berharga perusahaan.

Rencana Perpanjangan Operasi dan Izin Tambang

Manajemen menekankan bahwa investasi ini berkaitan erat dengan proses perpanjangan izin usaha pertambangan khusus yang menjadi landasan hukum operasional mereka di masa depan.

Perusahaan memproyeksikan bahwa dengan adanya suntikan modal tersebut produktivitas emas maupun tembaga akan terus terjaga di level optimal bagi kepentingan semua pemangku kebijakan.

Komitmen ini diungkapkan dalam pertemuan strategis pada Jumat 20 Februari 2026 sebagai bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam mendukung kemandirian industri pertambangan Indonesia.

Dampak Ekonomi Nasional dan Penerimaan Negara

Kenaikan jumlah investasi ini diperkirakan akan memberikan dampak domino yang positif terhadap peningkatan pendapatan negara dari sektor non-pajak maupun royalti yang rutin disetorkan.

Freeport Indonesia tetap menjadi salah satu pembayar pajak terbesar yang memberikan sumbangsih nyata terhadap APBN melalui operasional tambang yang sangat masif di wilayah timur.

Pemerintah menyambut baik langkah korporasi ini karena sejalan dengan upaya hilirisasi industri yang tengah digencarkan demi menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar lagi.

Pengembangan Infrastruktur Tambang Bawah Tanah

Fokus utama dari kucuran dana jumbo ini adalah optimalisasi teknologi tambang bawah tanah yang memerlukan biaya operasional serta perawatan yang sangat tinggi setiap tahunnya.

Tanpa adanya investasi berkelanjutan maka potensi kekayaan alam yang berada di kedalaman ribuan meter tersebut tidak akan bisa diambil secara maksimal dan efisien bagi negara.

Inovasi teknologi yang diterapkan diharapkan mampu meminimalkan dampak lingkungan sekaligus meningkatkan standar keamanan kerja bagi ribuan karyawan yang beroperasi di area tambang paling sulit.

Keberlanjutan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Papua

Selain fokus pada teknis pertambangan sebagian dari dana investasi tersebut juga dialokasikan untuk program tanggung jawab sosial bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional di Papua.

Perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas hidup warga lokal melalui program pendidikan kesehatan serta pengembangan ekonomi kreatif yang mandiri dan berkelanjutan untuk jangka panjang.

Hingga saat ini keberadaan tambang tersebut telah menciptakan lapangan kerja bagi ribuan tenaga kerja lokal yang secara langsung menggerakkan roda perekonomian di Kabupaten Mimika dan sekitarnya.

Proyeksi Produksi Tembaga dan Emas Global

Dengan kepastian operasional hingga dua dekade ke depan Indonesia diprediksi akan tetap menjadi pemain kunci dalam rantai pasok tembaga global yang sangat dibutuhkan industri listrik.

Permintaan dunia terhadap konsentrat tembaga dipastikan meningkat seiring dengan tren transisi energi hijau yang membutuhkan banyak komponen kabel dan peralatan elektronik berbahan dasar tembaga berkualitas.

Freeport optimistis bahwa target produksi akan tercapai sesuai rencana kerja yang telah disetujui pemerintah demi menjaga stabilitas pasokan mineral strategis di pasar domestik maupun pasar internasional.

Terkini