JAKARTA - Para ahli kesehatan memberikan peringatan mengenai risiko ketidakstabilan kadar glukosa dalam tubuh akibat pemilihan menu berbuka puasa yang tidak memperhatikan kaidah nutrisi seimbang.
Pemilihan jenis makanan yang hanya mengutamakan rasa manis secara berlebihan tanpa adanya asupan serat dan protein dapat menyebabkan kondisi metabolisme tubuh menjadi tidak stabil dan mudah sekali merasa lelah.
Fenomena ini seringkali diabaikan oleh masyarakat yang cenderung melakukan aksi balas dendam saat waktu berbuka tiba dengan mengonsumsi karbohidrat sederhana dalam jumlah yang sangat banyak sekali di meja makan.
Hingga Senin 23 Februari 2026 data medis menunjukkan bahwa lonjakan serta penurunan kadar gula yang terlalu cepat dapat memicu pusing, lemas, hingga gangguan kesehatan jangka panjang bagi individu yang berisiko.
Bahaya Karbohidrat Sederhana Dan Minuman Manis Berlebih
Mengawali waktu berbuka dengan minuman yang mengandung pemanis buatan atau sirup secara berlebihan akan memaksa organ pankreas untuk bekerja sangat keras dalam menghasilkan hormon insulin secara mendadak.
Lonjakan glukosa yang sangat tinggi dalam waktu singkat ini kemudian akan diikuti oleh penurunan yang juga drastis sehingga tubuh akan merasa kembali lapar meskipun baru saja selesai mengonsumsi makanan berat.
Kondisi naik turunnya kadar gula darah secara ekstrem ini jika dilakukan terus-menerus selama sebulan penuh dapat meningkatkan risiko resistensi insulin yang menjadi cikal bakal munculnya penyakit diabetes tipe dua nantinya.
Masyarakat sangat disarankan untuk memilih pemanis alami seperti buah kurma dalam jumlah yang dibatasi sesuai anjuran kesehatan guna memberikan asupan energi yang dilepaskan secara perlahan dan lebih stabil bagi tubuh.
Pentingnya Asupan Serat Dan Protein Saat Berbuka
Keberadaan serat dari sayur-sayuran dan protein dari lauk-pauk memiliki peran krusial dalam memperlambat proses penyerapan gula ke dalam aliran darah manusia sehingga tubuh tidak kaget saat menerima asupan nutrisi.
Pola makan yang benar dimulai dengan mengonsumsi air putih terlebih dahulu diikuti dengan porsi kecil makanan ringan yang sehat sebelum beralih ke hidangan utama yang mengandung gizi sangat lengkap sekali.
Mengunyah makanan dengan perlahan juga sangat membantu sistem pencernaan dalam mengolah nutrisi serta memberikan waktu bagi otak untuk menerima sinyal kenyang sehingga mencegah keinginan untuk makan secara berlebihan.
Menu berbuka yang ideal sebaiknya terdiri dari keseimbangan antara makronutrisi dan mikronutrisi agar fungsi organ tubuh tetap berjalan optimal meskipun telah melewati masa berpuasa selama belasan jam setiap hari.
Dampak Jangka Panjang Terhadap Metabolisme Tubuh
Ketidakteraturan pola makan selama bulan suci dapat mengubah ritme sirkadian dan cara tubuh menyimpan cadangan lemak jika frekuensi lonjakan gula darah tidak segera dikendalikan dengan gaya hidup yang sehat.
Kelelahan yang sering dirasakan setelah makan berat atau sering disebut dengan istilah food coma merupakan indikasi nyata bahwa tubuh sedang berjuang keras mengolah lonjakan asupan energi yang tidak merata.
Selain masalah internal kulit juga dapat terkena dampak negatif seperti munculnya jerawat atau kusam akibat peradangan yang dipicu oleh tingginya kadar gula dalam darah yang tidak terkontrol dengan sangat baik.
Para praktisi kesehatan menghimbau agar momentum berpuasa dijadikan sebagai sarana untuk melakukan detoksifikasi alami dengan memperbaiki kualitas bahan makanan yang dikonsumsi demi mencapai derajat kesehatan yang jauh lebih prima.
Tips Memilih Menu Berbuka Yang Aman Dan Sehat
Memilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau gandum dapat menjadi alternatif cerdas karena jenis pangan ini memiliki indeks glikemik yang rendah dan memberikan rasa kenyang yang lebih tahan lama.
Hindari gorengan yang mengandung lemak jenuh tinggi karena dapat menghambat proses metabolisme dan menambah beban kerja jantung serta pembuluh darah saat tubuh sedang berupaya mengembalikan kondisi setelah seharian berpuasa.
Penyajian buah-buahan segar yang kaya akan air sangat baik untuk rehidrasi tubuh sekaligus memberikan vitamin alami yang dibutuhkan untuk menjaga sistem imunitas agar tetap kuat menghadapi berbagai paparan virus penyakit.
Visi utama dari pengaturan pola makan ini adalah untuk memastikan ibadah dapat berjalan lancar tanpa terganggu oleh masalah kesehatan yang sebenarnya dapat dicegah melalui kesadaran dalam memilih menu berbuka sehat.
Edukasi Masyarakat Mengenai Pola Hidup Seimbang
Informasi mengenai bahaya lonjakan gula darah ini perlu terus disebarluaskan agar masyarakat tidak terjebak dalam kebiasaan lama yang membahayakan kesehatan diri sendiri serta keluarga tercinta di rumah setiap harinya.
Peran orang tua sangat penting dalam memberikan contoh pemilihan makanan yang bergizi kepada anak-anak agar mereka terbiasa mengonsumsi panganan sehat sejak usia dini terutama saat menjalankan ibadah puasa pertama.
Konsultasi dengan ahli gizi dapat menjadi langkah bijak bagi individu yang memiliki riwayat penyakit tertentu guna mendapatkan panduan porsi makan yang paling sesuai dengan kondisi fisik dan kebutuhan kalori harian.
Semoga dengan pemahaman yang lebih baik mengenai dampak makanan terhadap gula darah masyarakat Indonesia dapat menjalani masa berpuasa dengan tubuh yang sangat segar bugar dan penuh energi positif.