Syngenta Dorong Pemberdayaan Petani Perempuan untuk Ketahanan Pangan

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:01:13 WIB
Syngenta Dorong Pemberdayaan Petani Perempuan untuk Ketahanan Pangan

JAKARTA - Syngenta Indonesia terus berupaya memperkuat pemberdayaan petani perempuan di sektor pertanian dengan meluncurkan komunitas baru bernama Perempuan Tani Syngenta Raih Impian (PUTRI) Petani MAJU. 

Program ini diluncurkan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dan bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta mendukung tercapainya swasembada pangan dan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Indonesia.

Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto, menyatakan bahwa komunitas PUTRI Petani MAJU merupakan wadah yang akan mengakselerasi transformasi sektor pertanian Indonesia. 

Dalam keterangannya, ia mengungkapkan pentingnya peran perempuan dalam pertanian yang tidak hanya terbatas pada sektor produksi tetapi juga pada proses pemilihan benih, budidaya, panen, dan pengolahan hasil pertanian.

"Ketika kita melatih satu perempuan, kita memberdayakan satu keluarga. Ketika kita memberdayakan PUTRI Petani MAJU, kita memberdayakan satu bangsa Indonesia," ujar Eryanto. 

Program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas petani perempuan agar mereka bisa lebih berdaya dalam menghasilkan pangan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Pentingnya Peran Petani Perempuan dalam Sektor Pertanian

Peluncuran PUTRI Petani MAJU dihadiri oleh 450 petani perempuan, pejabat pemerintah setempat, serta jajaran manajemen Syngenta Indonesia, termasuk Presiden Syngenta Crop Protection, Steve Hawkins. 

Momentumnya bertepatan dengan penetapan tahun 2026 sebagai Tahun Internasional Petani Perempuan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) yang menegaskan peran vital petani perempuan dalam ketahanan pangan global.

Data yang dipaparkan oleh Eryanto menunjukkan bahwa pada 2025, diperkirakan ada 4,2 juta petani perempuan di Indonesia yang memainkan peran penting dalam sektor pertanian. Petani perempuan tidak hanya aktif di hulu (seperti pemilihan benih dan budidaya), tetapi juga terlibat dalam hilir, mulai dari proses panen hingga pengolahan hasil pertanian. 

Namun, sayangnya, hanya sekitar 10 hingga 20 persen petani perempuan yang memiliki akses penuh terhadap input pertanian, teknologi, keuangan, dan pasar yang memadai. Hal ini berkontribusi pada rendahnya tingkat produktivitas mereka.

Mengatasi Hambatan Akses dan Kesenjangan Upah

Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh petani perempuan adalah keterbatasan akses terhadap teknologi, sumber daya, dan informasi yang penting untuk meningkatkan hasil pertanian. 

Menurut Eryanto, hasil panen dapat meningkat hingga 30 persen jika petani perempuan diberikan akses yang setara terhadap teknologi dan sumber daya yang dibutuhkan.

Selain itu, meskipun petani perempuan bekerja keras di sektor pertanian, masih terdapat kesenjangan upah yang signifikan antara buruh tani perempuan dan laki-laki. 

Di banyak daerah, buruh tani perempuan sering kali dibayar lebih rendah untuk jenis pekerjaan dan jumlah jam kerja yang sama. Hal ini menyebabkan ketimpangan kesejahteraan antara petani perempuan dan laki-laki, yang tentunya menghambat upaya untuk mencapai ketahanan pangan yang lebih baik.

Eryanto menegaskan bahwa untuk mengatasi kesenjangan ini, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan komunitas untuk menciptakan kesempatan yang lebih adil bagi petani perempuan. 

“Syngenta berkomitmen untuk memimpin jalan menuju pertanian yang inklusif dan meningkatkan kesejahteraan petani kecil, khususnya petani perempuan,” tambahnya.

Komitmen Syngenta untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Komunitas PUTRI Petani MAJU hadir dengan harapan besar untuk memperkuat posisi petani perempuan di sektor pertanian dan mendorong mereka untuk lebih aktif dalam meningkatkan produktivitas pertanian. 

Melalui program ini, Syngenta berkomitmen untuk memberikan pelatihan, akses teknologi, serta dukungan dalam meningkatkan kapasitas petani perempuan agar mereka dapat menjadi agen perubahan dalam sektor pertanian yang berkelanjutan.

Annisa, salah satu petani perempuan yang hadir dalam peluncuran tersebut, menyambut baik kehadiran komunitas PUTRI Petani MAJU sebagai langkah nyata pemberdayaan perempuan di sektor pertanian. Ia mengapresiasi upaya Syngenta dalam mendorong peran petani perempuan, yang menurutnya memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan keluarga dan bangsa.

“Petani perempuan tidak boleh minder karena kita istimewa dan luar biasa. Petani perempuan bukan hanya tiang ketahanan pangan untuk keluarga tetapi juga untuk bangsa,” tegas Annisa.

Melalui pemberdayaan ini, Syngenta berharap dapat mewujudkan pertanian yang lebih inklusif dan berkelanjutan, yang pada gilirannya akan membantu Indonesia mencapai ketahanan pangan yang lebih baik di masa depan.

Terkini