Pakar UGM Berikan Tips Aman Bagi Penderita Diabetes Saat Menjalankan Puasa

Selasa, 24 Februari 2026 | 16:38:37 WIB
Pakar UGM Berikan Tips Aman Bagi Penderita Diabetes Saat Menjalankan Puasa

JAKARTA - Universitas Gadjah Mada membagikan panduan medis khusus agar penderita gangguan gula darah tetap bisa beribadah tanpa mengabaikan faktor keselamatan kesehatan tubuh.

Pakar kesehatan dari universitas ternama tersebut menekankan pentingnya persiapan matang bagi penderita diabetes yang berniat menjalankan ibadah puasa agar kondisi fisik tetap berada dalam batas stabil.

Berdasarkan laporan pada Selasa 24 Februari 2026 diketahui bahwa konsultasi dengan dokter menjadi langkah awal yang paling krusial sebelum memutuskan untuk menahan lapar dan haus seharian.

Hal ini diperlukan untuk mengevaluasi apakah kondisi gula darah pasien saat ini memungkinkan untuk berpuasa atau justru masuk dalam kategori risiko tinggi yang sangat membahayakan nyawa.

Pemberian edukasi mengenai pengaturan pola makan serta penyesuaian dosis obat menjadi fokus utama dalam tips yang disampaikan oleh tim medis untuk mendukung kelancaran ibadah tersebut.

Dukungan informasi yang tepat diharapkan dapat meminimalisir risiko komplikasi seperti hipoglikemia atau hiperglikemia yang seringkali menghantui para penderita diabetes selama bulan suci berlangsung setiap tahunnya.

Pentingnya Konsultasi Medis Dan Pengaturan Jadwal Konsumsi Obat

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pemeriksaan laboratorium secara menyeluruh guna mengetahui tren kadar gula darah selama beberapa minggu terakhir sebelum memulai ibadah puasa.

Dokter biasanya akan melakukan penyesuaian jadwal konsumsi obat-obatan antidiabetes agar penderita tidak mengalami penurunan gula darah secara drastis saat sedang tidak mengonsumsi makanan harian.

Pasien sangat dilarang untuk mengubah dosis obat secara mandiri tanpa pengawasan medis karena dapat memicu gangguan keseimbangan metabolisme tubuh yang sangat fatal sekali bagi kesehatan organ dalam.

Selain obat oral bagi pengguna insulin juga memerlukan panduan khusus mengenai waktu penyuntikan yang paling tepat agar energi tetap terjaga sepanjang hari selama menunaikan ibadah puasa tersebut.

Monitoring mandiri terhadap kadar gula darah harus dilakukan lebih sering dari biasanya terutama pada saat menjelang berbuka serta beberapa jam setelah sahur dilakukan oleh pasien.

Kesadaran untuk segera membatalkan puasa jika muncul gejala lemas berlebih atau keringat dingin menjadi bagian dari protokol keamanan yang harus dipatuhi oleh setiap penderita diabetes.

Panduan Pola Makan Sahur Dan Berbuka Yang Sehat

Pemilihan menu saat sahur memegang peranan penting dalam menjaga cadangan energi agar tidak cepat habis serta menjaga agar kadar gula darah tidak melonjak secara mendadak.

Disarankan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti gandum atau nasi merah yang memiliki indeks glikemik rendah sehingga proses penyerapan gula ke dalam darah berlangsung secara perlahan harian.

Penderita diabetes juga harus memastikan asupan serat dari sayur-sayuran dan buah-buahan terpenuhi guna menjaga rasa kenyang lebih lama serta melancarkan sistem pencernaan selama menjalani ibadah puasa.

Saat waktu berbuka tiba sangat dianjurkan untuk tidak langsung mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula murni dalam jumlah banyak secara sekaligus karena sangat berbahaya bagi tubuh.

Pilihlah sumber manis alami seperti kurma dalam jumlah terbatas serta perbanyak minum air putih untuk mengganti cairan tubuh yang hilang tanpa menambah beban kadar glukosa darah.

Hindari gorengan serta makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi karena dapat memicu kenaikan berat badan yang justru akan memperburuk kondisi diabetes dalam jangka waktu yang lama.

Aktivitas Fisik Dan Manajemen Hidrasi Selama Berpuasa

Meskipun sedang berpuasa penderita diabetes tetap dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai atau melakukan peregangan otot guna menjaga sirkulasi darah tetap lancar setiap hari.

Namun olahraga dengan intensitas tinggi sangat tidak disarankan dilakukan pada saat siang hari karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi serta penurunan gula darah yang terlalu ekstrem bagi pasien.

Waktu terbaik untuk melakukan aktivitas fisik adalah beberapa saat setelah berbuka puasa ketika tubuh sudah mendapatkan asupan energi yang cukup dari makanan yang dikonsumsi saat magrib.

Asupan cairan minimal dua liter per hari harus tetap dipenuhi dengan mengatur jadwal minum antara waktu berbuka hingga waktu sahur agar fungsi ginjal tetap terjaga dengan baik.

Penderita harus sangat waspada terhadap gejala dehidrasi berat seperti kencing berwarna pekat atau rasa haus yang sangat luar biasa sekali yang dapat mengganggu konsentrasi selama beraktivitas harian.

Istirahat yang cukup juga menjadi kunci utama agar imunitas tubuh tetap terjaga sehingga penderita diabetes tidak mudah terserang penyakit infeksi selama menjalankan rutinitas ibadah di bulan ramadan.

Edukasi Bagi Keluarga Dan Lingkungan Sekitar Pasien

Peran keluarga sangat besar dalam membantu memantau kondisi kesehatan penderita diabetes mulai dari penyiapan menu makanan hingga pengingat jadwal pengecekan gula darah secara rutin dan berkala.

Anggota keluarga harus dibekali pengetahuan mengenai langkah-langkah pertolongan pertama jika penderita mengalami pingsan atau menunjukkan perilaku yang tidak biasa akibat gangguan kadar gula darah yang mendadak.

Menyediakan alat pengukur gula darah digital di rumah menjadi investasi kesehatan yang sangat penting agar penanganan masalah dapat dilakukan secara cepat sebelum kondisi pasien menjadi semakin memburuk.

Lingkungan sosial juga diharapkan dapat memberikan pengertian jika penderita diabetes harus membatalkan puasanya demi alasan kesehatan tanpa memberikan stigma negatif terhadap keputusan medis yang diambil tersebut.

Kerja sama yang solid antara pasien dokter dan keluarga merupakan fondasi utama agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan penuh khidmat tanpa harus mengorbankan keselamatan jiwa bagi para penderitanya.

Semoga tips dari pakar UGM ini memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan memungkinkan penderita diabetes untuk tetap sehat serta bugar dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah tahun ini.

Terkini