Pilihan Menu Sahur Ala Dokter Gizi Agar Tubuh Tetap Bugar Saat Puasa 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:58:25 WIB
Pilihan Menu Sahur Ala Dokter Gizi Agar Tubuh Tetap Bugar Saat Puasa 2026

JAKARTA - Dokter spesialis gizi memberikan panduan mengenai komposisi menu sahur yang tepat agar masyarakat tidak mudah merasa lemas atau loyo selama menjalankan ibadah puasa sehari penuh.

Pemilihan jenis asupan pada waktu dini hari memegang peranan yang sangat krusial dalam menentukan tingkat energi serta ketahanan fisik seseorang ketika harus tetap beraktivitas di tengah kondisi perut kosong.

Informasi mengenai saran medis ini mulai disosialisasikan secara luas kepada publik pada Kamis 26 Februari 2026 guna membantu warga dalam mempersiapkan fisik yang prima selama bulan suci Ramadan nanti.

Pakar kesehatan menekankan bahwa kesalahan dalam memilih menu sahur sering kali menjadi penyebab utama munculnya rasa kantuk yang berlebihan serta penurunan konsentrasi saat bekerja di siang hari yang terik.

Pentingnya Konsumsi Karbohidrat Kompleks Sebagai Sumber Energi Jangka Panjang

Salah satu kunci utama agar tubuh tidak cepat merasa lapar adalah dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum, atau umbi-umbian yang memiliki indeks glikemik rendah di dalam tubuh.

Jenis makanan ini akan diserap oleh sistem pencernaan secara perlahan sehingga kadar gula darah tetap stabil dan pasokan energi ke seluruh jaringan tubuh dapat bertahan dalam jangka waktu yang jauh lebih lama.

Masyarakat disarankan untuk mengurangi konsumsi karbohidrat sederhana secara berlebihan pada saat sahur karena dapat memicu lonjakan insulin yang justru akan membuat tubuh merasa cepat lemas beberapa jam kemudian.

Pemberian porsi sayuran yang kaya akan serat juga sangat membantu dalam memperlambat proses pengosongan lambung sehingga rasa kenyang dapat terjaga dengan lebih maksimal hingga waktu berbuka puasa tiba nanti.

Peran Protein Berkualitas Dalam Menjaga Massa Otot Dan Stamina Tubuh

Selain karbohidrat kehadiran protein berkualitas tinggi seperti telur, ikan, daging tanpa lemak, atau kacang-kacangan sangat diperlukan untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak selama menjalankan masa puasa.

Protein memiliki efek termogenik yang lebih tinggi sehingga membantu tubuh dalam menjaga suhu internal serta memastikan fungsi metabolisme tetap berjalan dengan optimal meskipun tidak ada asupan makanan harian.

Dokter gizi menyarankan agar pengolahan sumber protein dilakukan dengan cara direbus atau dipanggang guna menghindari asupan lemak jenuh yang dapat memicu rasa haus yang berlebihan pada siang hari nanti.

Kombinasi antara serat dan protein yang seimbang merupakan formula terbaik bagi para pekerja lapangan maupun kantoran agar tetap produktif tanpa terganggu oleh rasa lelah yang menghampiri secara mendadak saat bekerja.

Manajemen Hidrasi Dan Pengaturan Konsumsi Cairan Yang Tepat Saat Sahur

Kebutuhan cairan tubuh harus terpenuhi dengan baik melalui pola minum yang teratur guna mencegah risiko dehidrasi yang dapat menurunkan fungsi kognitif serta menyebabkan sakit kepala saat sedang berpuasa.

Masyarakat diimbau untuk mencukupi asupan air putih minimal dua hingga tiga gelas pada saat sahur dan menghindari minuman yang mengandung kafein tinggi seperti kopi kental atau teh pekat.

Sifat diuretik pada kafein dapat mempercepat pengeluaran cairan melalui urine sehingga tubuh akan lebih cepat kehilangan mineral penting yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan elektrolit selama seharian penuh di lapangan.

Penambahan buah-buahan yang memiliki kandungan air tinggi seperti semangka atau melon juga sangat direkomendasikan sebagai pelengkap menu sahur guna menjaga kelembapan tenggorokan serta kesegaran tubuh secara alami harian.

Menghindari Makanan Terlalu Asin Dan Pedas Demi Kenyamanan Pencernaan

Mengonsumsi makanan yang mengandung kadar garam tinggi pada saat sahur sangat tidak dianjurkan karena dapat menarik cairan dari sel tubuh dan memicu rasa haus yang sangat menyiksa selama puasa.

Sajian yang terlalu pedas juga berisiko menimbulkan iritasi pada lambung serta gangguan pencernaan yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah serta kenyamanan dalam menjalankan rutinitas pekerjaan harian bagi warga sekitar daerah.

Pakar gizi mengingatkan agar masyarakat lebih mengutamakan rasa alami dari bahan makanan dibandingkan penggunaan penyedap rasa buatan yang berlebihan guna menjaga kualitas kesehatan organ dalam secara jangka panjang bagi masyarakat.

Kedisiplinan dalam mengatur pola makan sahur yang sehat ini diharapkan dapat menjadi investasi bagi kesehatan tubuh agar tetap tangguh dalam menjalani rangkaian ibadah di bulan Ramadan tahun dua ribu dua puluh enam.

Terkini