Daftar 10 Kuliner Khas Berbagai Negara Untuk Inspirasi Menu Berbuka Puasa

Jumat, 27 Februari 2026 | 16:01:25 WIB
Daftar 10 Kuliner Khas Berbagai Negara Untuk Inspirasi Menu Berbuka Puasa

JAKARTA - Ragam hidangan tradisional dari berbagai belahan dunia menawarkan keunikan cita rasa yang dapat menjadi pilihan menarik untuk membatalkan puasa bersama keluarga.

Eksplorasi kuliner lintas negara selama bulan suci memberikan pengalaman baru dalam menikmati sajian yang kaya akan nilai budaya serta sejarah dari masing-masing wilayah di penjuru dunia.

Masyarakat internasional memiliki tradisi unik dalam menyajikan makanan pembuka yang tidak hanya lezat tetapi juga mampu mengembalikan energi tubuh setelah seharian menahan lapar dan dahaga yang lama.

Berdasarkan tinjauan gaya hidup pada Jumat 27 Februari 2026 terdapat sepuluh menu ikonik yang menjadi favorit banyak orang saat waktu magrib tiba di berbagai negara dengan mayoritas penduduk muslim.

Salah satu yang paling populer adalah Medames dari Mesir yang terbuat dari kacang fava yang dimasak perlahan dengan minyak zaitun serta tambahan rempah-rempah yang memberikan aroma sangat menggugah selera.

Dari wilayah Timur Tengah lainnya terdapat Harira yang merupakan sup tradisional khas Maroko dengan tekstur kental yang kaya akan nutrisi karena mengandung tomat, lentil, serta daging yang gurih sekali.

Keunikan Sajian Pembuka Di Kawasan Asia Dan Timur Tengah

Negara Turki memiliki tradisi menyajikan Ramazan Pidesi yaitu roti lembut bertabur biji wijen yang biasanya dinikmati bersama berbagai jenis selai, keju, atau zaitun saat waktu berbuka puasa dimulai.

Sementara itu di wilayah Pakistan dan India hidangan Samosa menjadi camilan wajib yang sangat dicari karena tekstur kulitnya yang renyah dengan isian kentang berbumbu atau daging cincang yang sangat nikmat.

Informasi mengenai ragam kuliner dunia ini dirilis pada Jumat 27 Februari 2026 guna memberikan referensi bagi para pecinta masak yang ingin mencoba resep baru di dapur rumah mereka masing-masing.

Negara tetangga Malaysia dan Singapura juga memiliki kemiripan dengan Indonesia dengan menghadirkan Bubur Lambuk yaitu bubur nasi yang dimasak dengan aneka rempah serta daging yang memberikan rasa sangat hangat.

Keanekaragaman menu ini membuktikan bahwa budaya kuliner islami sangat luas dan adaptif terhadap ketersediaan bahan pangan lokal yang ada di setiap benua di seluruh dunia secara luas dan beragam.

Cita Rasa Autentik Dari Benua Afrika Hingga Asia Tengah

Di wilayah Lebanon terdapat sajian Fattoush yang merupakan salad sayuran segar dengan potongan roti pita goreng yang memberikan keseimbangan rasa antara asam dan segar setelah seharian berpuasa di cuaca panas.

Negara Iran menawarkan Shuleh Zard yakni puding beras berwarna kuning cerah yang berasal dari kandungan kunyit serta aroma mawar yang sangat khas dan sering dibagikan sebagai bentuk sedekah di masjid.

Pemanfaatan rempah-rempah alami menjadi benang merah dari hampir seluruh masakan internasional tersebut karena kemampuannya dalam menghangatkan tubuh serta meningkatkan sistem kekebalan energi manusia yang sedang dalam masa pemulihan.

Laporan mengenai sepuluh menu favorit ini dipublikasikan pada Jumat 27 Februari 2026 sebagai inspirasi untuk mempererat tali silaturahmi melalui jamuan makan yang berbeda dari kebiasaan sehari-hari yang monoton selama ini.

Penyajian makanan yang estetik dan beragam juga diyakini dapat meningkatkan nafsu makan serta menciptakan suasana kegembiraan di dalam rumah tangga selama menjalankan ibadah di bulan yang penuh dengan berkah.

Minuman Segar Dan Hidangan Penutup Manis Internasional

Selain makanan berat berbagai negara juga memiliki minuman khas seperti Jallab yang sangat populer di Suriah dan Yordania yang terbuat dari kurma serta molase anggur dengan taburan kacang pinus.

Hidangan penutup seperti Baklava yang berasal dari wilayah Mediterania tetap menjadi primadona karena lapisan pastri yang tipis dan manisnya madu yang mampu memberikan asupan gula instan yang sangat dibutuhkan tubuh.

Masyarakat Indonesia dapat mengadaptasi beberapa resep tersebut dengan menyesuaikan bahan-bahan yang tersedia di pasar tradisional terdekat guna menghadirkan nuansa internasional di meja makan rumah mereka sendiri yang nyaman.

Kreativitas dalam menyajikan menu berbuka akan membuat momen Ramadan menjadi lebih berkesan serta memberikan edukasi kuliner bagi anak-anak mengenai keberagaman umat manusia di seluruh penjuru bumi yang sangat luas.

Mari kita jadikan waktu berbuka sebagai momen syukur atas limpahan rezeki dengan tetap mengedepankan prinsip kesehatan serta tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan agar tubuh tetap bugar dan sangat produktif.

Sinergi antara rasa syukur dan kenikmatan kuliner akan menghadirkan kebahagiaan yang hakiki serta memperkuat semangat dalam menjalankan sisa hari-hari ibadah puasa hingga tiba pada hari kemenangan yang suci nanti.

Terkini