Perkuat ESG dan Tata Kelola Perusahaan, PLN Enjiniring Dukung Penyelarasan Strategis Manajemen Risiko

Rabu, 02 Juli 2025 | 15:20:40 WIB
Perkuat ESG dan Tata Kelola Perusahaan, PLN Enjiniring Dukung Penyelarasan Strategis Manajemen Risiko

Jakarta – Dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompleks, PLN Enjiniring menempatkan manajemen risiko sebagai fondasi dalam pengambilan keputusan strategis dan penguatan tata kelola. Sebagai wujud komitmen tersebut, PLN Enjiniring berpartisipasi aktif dalam Forum Penyelarasan Streamline Manajemen Risiko Holding–Subholding/Anak Perusahaan (SH/AP) yang diselenggarakan oleh PT PLN (Persero) pada 2 Juli 2025. Forum ini menjadi momen strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan, memperkuat sinergi, serta memperdalam integrasi manajemen risiko di seluruh lini PLN Group.

Forum ini menyoroti pentingnya sinergi dan harmonisasi praktik manajemen risiko antarentitas, sejalan dengan arah aspirasi pemegang saham dan kebijakan strategis Kementerian BUMN. Dalam arahannya, Direktur Manajemen Risiko PLN, Adi Lumakso, menyampaikan bahwa praktik manajemen risiko di seluruh SH/AP perlu diperkuat secara menyeluruh, baik dari sisi kebijakan, struktur organisasi, hingga integrasi dalam proses perencanaan bisnis.
“Aspirasi pemegang saham terhadap tata kelola risiko yang tangguh harus dijawab dengan langkah konkret dan terukur. Kita harus memperkuat kapasitas risk modelling sebagai fondasi penyusunan strategi dan mitigasi risiko yang relevan dengan dinamika bisnis ke depan,” ujar Adi Lumakso. “Ke depan, pengelolaan risiko tidak boleh berdiri sendiri. Ia harus menjadi bagian dari sistem perencanaan jangka menengah dan tahunan, termasuk dalam RKAP dan strategi risiko 2026 yang disusun berbasis risiko,” tambahnya.

Adi juga menekankan urgensi penyempurnaan struktur dan peran organ pengelola risiko di seluruh unit PLN Group, serta pentingnya pengembangan dan penyelarasan Kebijakan Manajemen Risiko Terintegrasi agar mampu menjawab tantangan lintas fungsi dan mendukung pengambilan keputusan yang tepat.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Human Capital PLN Enjiniring, Martono, menyatakan bahwa PLN Enjiniring telah dan akan terus menyelaraskan kebijakan internalnya agar sejalan dengan kerangka besar manajemen risiko PLN Group.
“Arahan Pak Adi memperjelas bahwa pengelolaan risiko tidak bisa lagi bersifat administratif. Ini menjadi pemicu bagi kami untuk menjadikan risk modelling sebagai tulang punggung dalam merancang strategi teknis maupun operasional, khususnya dalam layanan konsultansi enjiniring yang menyentuh proyek strategis,” ujar Martono.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Enjiniring, Chairani Rachmatullah, menambahkan bahwa manajemen risiko kini menjadi bagian dari value creation perusahaan dalam menjalankan mandat strategis di sektor ketenagalistrikan.
“Kami menyambut baik arah penyelarasan kebijakan risiko yang terintegrasi. Ini sejalan dengan semangat kami untuk terus memperkuat risk governance dan mengintegrasikan manajemen risiko dalam proses perencanaan dan tata kelola korporat sebagai pilar penting pencapaian ESG,” ungkap Chairani.

Forum ini juga menjadi wadah kolaboratif bagi seluruh SH/AP dalam menyampaikan harapan, tantangan, dan program penguatan risiko ke depan. PLN Enjiniring melihat forum ini bukan hanya sebagai platform diskusi, tetapi sebagai mekanisme konsolidasi strategi tata kelola yang responsif terhadap risiko serta berorientasi pada keberlanjutan.

Dengan semangat sinergi dan keselarasan, PLN Enjiniring siap menjadi bagian aktif dalam membangun sistem manajemen risiko PLN Group yang kokoh, terintegrasi, dan relevan terhadap tantangan energi masa depan.

Terkini