Mengenal Perbedaan Asuransi Jiwa Berjangka dan Seumur Hidup

Sabtu, 04 Januari 2025 | 20:30:11 WIB
Mengenal Perbedaan Asuransi Jiwa

Perbedaan asuransi jiwa berjangka dan seumur hidup sering kali menjadi pertanyaan bagi banyak calon nasabah asuransi yang ingin memahami lebih dalam tentang kedua jenis produk asuransi ini.

Pada dasarnya, asuransi jiwa adalah produk yang memberikan perlindungan bagi keluarga apabila seseorang yang menjadi pencari nafkah utama meninggal dunia. Dalam hal ini, ada dua pilihan utama, yaitu asuransi jiwa berjangka dan asuransi jiwa seumur hidup.

Perbedaan utama antara keduanya terletak pada durasi perlindungannya. Asuransi jiwa berjangka memberikan perlindungan untuk periode tertentu, seperti 5, 10, atau 20 tahun.

Setelah jangka waktu tersebut berakhir, polis asuransi tidak berlaku lagi, kecuali diperpanjang. 

Di sisi lain, asuransi jiwa seumur hidup memberikan perlindungan sepanjang hidup pemegang polis, tanpa batasan waktu, dan sering kali dilengkapi dengan nilai tunai yang berkembang seiring waktu.

Secara keseluruhan, perbedaan asuransi jiwa berjangka dan seumur hidup terletak pada tujuan perlindungan dan durasi manfaat yang diberikan.

Apa Itu Asuransi Jiwa Berjangka?

Secara umum, asuransi jiwa berjangka merujuk pada salah satu jenis produk asuransi jiwa yang memberikan santunan uang kepada pihak yang telah ditunjuk oleh tertanggung.

Santunan ini diberikan apabila tertanggung meninggal dunia dalam periode tertentu yang telah disepakati bersama antara perusahaan asuransi dan tertanggung.

Periode asuransi ini tercantum dalam buku polis yang dimiliki oleh tertanggung atau pemegang polis. Jenis asuransi ini umumnya dipilih oleh nasabah yang memiliki tanggungan besar, seperti kredit properti atau kendaraan. 

Asuransi jiwa juga sering kali menjadi persyaratan bagi nasabah yang ingin mengajukan kredit, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR). 

Bagi kamu yang berencana untuk membeli rumah dengan kredit, pastikan untuk mempersiapkan dana untuk asuransi jiwa berjangka ini. Beberapa manfaat dari asuransi jiwa berjangka bagi nasabahnya antara lain:

  • Memberikan perlindungan finansial kepada keluarga atau ahli waris tertanggung: Jika tertanggung adalah pencari nafkah utama dalam keluarga, asuransi ini akan membantu keluarga agar tidak kehilangan mata pencaharian sementara waktu.
  • Meminimalisir kredit macet: Asuransi jiwa dapat digunakan untuk mengurangi kemungkinan kredit macet, baik untuk kreditur maupun debitur.
  • Membantu mengelola dana jangka panjang: Asuransi jiwa juga bermanfaat dalam merencanakan dana jangka panjang, seperti untuk pendidikan anak, jaminan hari tua, atau memulai usaha.

Keuntungan Memiliki Asuransi Jiwa Berjangka

Asuransi jiwa berjangka menjadi pilihan tepat karena memiliki berbagai kelebihan, antara lain sebagai berikut.

1. Proteksi Finansial untuk Keluarga

Jika nasabah meninggal dunia, asuransi jiwa berjangka memberikan proteksi finansial kepada keluarga dan ahli waris yang ditinggalkan. Hal ini mengurangi beban finansial yang mungkin timbul akibat kehilangan pencari nafkah utama.

2. Investasi Jangka Panjang dengan Hasil yang Terjamin

Asuransi jiwa berjangka juga dapat menjadi sarana investasi jangka panjang. Premi yang dibayarkan sesuai dengan ketentuan akan memberikan hasil tertentu saat masa polis berakhir.

3. Perlindungan dari Risiko Kesehatan

Asuransi jiwa berjangka menawarkan perlindungan finansial terhadap risiko kesehatan yang tak terduga, seperti biaya rawat inap atau rawat jalan yang bisa sangat mahal di rumah sakit.

4. Manfaat Pajak

Selama jangka waktu polis berlaku, nilai polis asuransi jiwa berjangka akan meningkat seiring akumulasi premi dan hasil investasi, namun tanpa beban pajak. Selain itu, manfaat asuransi yang diterima oleh ahli waris tidak akan dikenakan pajak.

Jenis Pertanggungan Asuransi Jiwa Berjangka

Sebelum memilih produk asuransi jiwa berjangka, ada baiknya untuk memahami tiga jenis uang pertanggungan yang tersedia dalam asuransi ini.

1. Asuransi Jiwa Berjangka dengan Uang Pertanggungan Tetap

Jenis asuransi ini, yang dikenal dengan sebutan Level Term Life Insurance, menawarkan manfaat kematian dengan jumlah uang pertanggungan yang tetap, tidak berubah baik naik maupun turun. 

Ahli waris akan menerima jumlah yang sama selama periode polis masih berlaku.

2. Asuransi Jiwa Berjangka dengan Uang Pertanggungan Menurun

Berbeda dengan jenis sebelumnya, Asuransi Jiwa Berjangka dengan Uang Pertanggungan Menurun (Decreasing Term Life Insurance) memberikan manfaat kematian dengan nilai yang menurun seiring berjalannya waktu. 

Nilai uang pertanggungan akan berkurang sesuai dengan metode yang ditetapkan dalam polis.

3. Asuransi Jiwa Berjangka dengan Uang Pertanggungan Meningkat

Jenis asuransi ini, atau Increasing Term Life Insurance, menawarkan manfaat kematian dengan jumlah uang pertanggungan yang meningkat sesuai nilai atau persentase tertentu.

Peningkatan nilai ini terjadi pada interval waktu yang telah ditentukan selama jangka waktu polis.

Apa Itu Asuransi Jiwa Seumur Hidup?

Di sisi lain, asuransi jiwa seumur hidup adalah jenis asuransi yang memberikan uang santunan kepada ahli waris jika tertanggung meninggal dunia. 

Pertanggungan ini biasanya berlaku dalam jangka waktu panjang, yakni hingga usia 99 atau 100 tahun, atau dengan kata lain, seumur hidup tertanggung. Berikut beberapa manfaat yang perlu kamu ketahui tentang asuransi jiwa seumur hidup:

  • Manfaat ganti rugi 100% uang pertanggungan jika pemegang polis meninggal dunia selama masa kontrak.
  • Besaran premi asuransi dasar yang tetap selama masa pembayaran premi.
  • Premi tidak akan hangus meskipun tidak ada klaim, dan uang pertanggungan akan diberikan sepenuhnya saat masa kontrak berakhir.

Perbedaan Asuransi Jiwa Berjangka dan Seumur Hidup

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, asuransi jiwa berjangka (term life) dan asuransi jiwa seumur hidup (whole life) adalah dua jenis asuransi jiwa yang memiliki perbedaan mendasar. 

Keduanya berbeda dalam hal masa pertanggungan dan besaran premi yang harus dibayar. Berikut beberapa perbedaan asuransi jiwa berjangka dan seumur hidup yang perlu kamu pahami.

1. Asuransi jiwa berjangka (term life)

  • Masa pertanggungan: 1—30 tahun.
  • Uang pertanggungan: ada.
  • Nilai tunai: tidak ada.
  • Premi: nilainya di atas premi asuransi jiwa term life dan besarannya tetap tanpa ada perubahan.

2. Asuransi jiwa seumur hidup (whole life)

  • Masa pertanggungan: seumur hidup.
  • Uang pertanggungan: ada.
  • Nilai tunai: ada.
  • Premi: nilainya di atas premi asuransi jiwa term life dan besarannya tetap tanpa ada perubahan.

Dari perbandingan yang terlihat, asuransi jiwa berjangka lebih fokus memberikan perlindungan untuk periode tertentu. 

Dengan sifat berjangka, asuransi jenis ini memberikan proteksi hanya dalam jangka waktu tertentu, seperti 1, 3, 5, 10, 15, 20, 25, hingga 30 tahun.

Berbeda dengan asuransi jiwa seumur hidup, yang memberikan perlindungan seumur hidup atau hingga usia tertanggung mencapai 99-100 tahun. 

Selain itu, premi asuransi berjangka tidak bisa dikembalikan, yang menjadikannya lebih terjangkau dibandingkan dengan asuransi jiwa seumur hidup. 

Di sisi lain, meskipun whole life insurance menawarkan pengembalian premi, premi yang dibebankan pada asuransi ini jauh lebih mahal, sekitar dua kali lipat dari asuransi berjangka.

Sebagai penutup, memahami perbedaan asuransi jiwa berjangka dan seumur hidup akan membantu kamu memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan perlindungan finansial jangka panjang.

Terkini