Securities Crowdfunding adalah: Manfaat hingga Pendanaannya

Rabu, 08 Januari 2025 | 14:00:53 WIB
Securities Crowdfunding adalah

Securities crowdfunding adalah metode investasi yang semakin populer dan banyak dibicarakan akhir-akhir ini. Apa saja manfaatnya?

Investasi merupakan salah satu cara yang sering dipilih oleh banyak individu atau pihak yang ingin mengelola keuangan mereka dengan harapan dapat memperoleh keuntungan.

Namun, banyak pemilik usaha, terutama pelaku UMKM, yang menghadapi kesulitan dalam memperoleh modal yang cukup. 

Terbatasnya akses ke sumber pembiayaan kerap kali membuat bisnis kesulitan untuk berkembang, bahkan beberapa harus terhenti atau gulung tikar.

Modal memang menjadi faktor kunci dalam menjalankan usaha. Dengan modal yang memadai, seorang pengusaha dapat memperbesar usahanya dan memastikan kelancaran operasional di tahap awal.

Namun, sejak pandemi lalu, tantangan dalam memperoleh permodalan semakin terasa, terutama bagi pelaku bisnis kecil dan menengah. Dalam konteks ini, securities crowdfunding menawarkan solusi yang menarik.

Pada dasarnya, securities crowdfunding adalah pilihan yang dapat membantu mengatasi hambatan permodalan ini. Berikut ini ulasan selengkapnya.

Securities Crowdfunding adalah

Securities crowdfunding adalah suatu metode pembiayaan alternatif yang memungkinkan penggalangan dana melalui pasar modal. Melalui skema ini, pemilik usaha dapat memperoleh dana untuk mengembangkan bisnis mereka.

Dalam proses ini, investor berkesempatan membeli atau memperoleh kepemilikan melalui instrumen seperti saham, sukuk (surat tanda kepemilikan bersama), atau obligasi. Baik pemilik usaha maupun investor sama-sama mendapatkan keuntungan dari skema ini.

Dengan adanya sistem securities crowdfunding, investor dan pihak yang membutuhkan dana bisa terhubung melalui platform daring yang mudah diakses kapan saja dan di mana saja. 

Penghimpun dana bisa berasal dari berbagai bentuk badan usaha, seperti CV, Firma, PT, koperasi, atau persekutuan perdata.

Selain berperan dalam memberikan dukungan finansial, investor dalam skema ini juga berpeluang memperoleh keuntungan. 

Mereka bisa mendapatkan bunga, dividen, serta potensi keuntungan lainnya, sesuai dengan kesepakatan yang tercapai pada awal penawaran investasi.

Yang menarik, securities crowdfunding memberikan akses investasi yang sebelumnya terbatas hanya pada investor besar atau institusi. 

Dengan adanya partisipasi individu, masyarakat luas kini dapat ikut berinvestasi dalam bisnis yang sesuai dengan minat dan nilai yang mereka percayai.

Proses securities crowdfunding ini sudah diatur oleh OJK, yang bertujuan untuk melindungi kepentingan investor. 

Dengan adanya regulasi yang jelas, dapat dipastikan bahwa platform penyedia layanan dan perusahaan yang menawarkan investasi telah memenuhi standar keuangan yang berlaku.

Sistem Kerja Securities Crowdfunding

Proses kerja dalam sistem crowdfunding melibatkan beberapa langkah yang sangat penting. Berikut adalah urutan lengkapnya.

1. Pengajuan Proposal

Setelah perusahaan atau pengusaha memilih platform securities crowdfunding yang sesuai, mereka dapat mengajukan proposal terkait proyek atau usaha mereka ke platform tersebut. 

Proposal ini mencakup berbagai informasi, seperti tujuan pendanaan, potensi keuntungan, risiko, dan lain-lain. Tim analis dari penyelenggara platform akan mengevaluasi proposal untuk menilai kelayakan dan transparansi proyek.

2. Penawaran Investasi

Setelah proposal disetujui, perusahaan akan mempublikasikan penawaran investasi melalui platform securities crowdfunding. Investor yang berminat dapat memeriksa rincian proyek dan persyaratan investasi yang ditawarkan. 

Mereka juga memiliki kesempatan untuk melakukan riset lebih lanjut tentang perusahaan dan proyek sebelum membuat keputusan investasi.

3. Investasi

Setelah memilih proyek yang ingin didanai, investor dapat melakukan investasi melalui platform securities crowdfunding. Proses ini umumnya melibatkan pendaftaran sebagai anggota, verifikasi identitas, dan transfer dana investasi ke rekening escrow. 

Setiap investasi memiliki batas minimum dan maksimum yang ditentukan oleh perusahaan.

Di platform securities crowdfunding seperti Bizhare, perusahaan dapat menetapkan batas minimum investasi dengan nilai maksimal mencapai Rp 10 miliar per penerbit dalam waktu satu tahun. 

Dana yang terkumpul akan dikelola oleh platform dan baru akan diserahkan kepada perusahaan jika target pendanaan tercapai.

Jika target pendanaan tidak tercapai dalam waktu yang ditentukan, dana yang telah diinvestasikan akan dikembalikan kepada investor. 

Semua dana akan dikumpulkan dalam rekening escrow dan hanya akan diteruskan kepada perusahaan penerbit jika target pendanaan tercapai dalam waktu maksimal 45 hari sesuai dengan peraturan POJK 57/2020. 

Jika target tidak tercapai dalam jangka waktu yang ditetapkan, dana tersebut akan dikembalikan kepada investor.

4. Pendanaan Tercapai

Setelah dana yang terkumpul mencapai target yang telah ditentukan dalam jangka waktu yang ditetapkan, perusahaan akan menerima dana yang diperlukan untuk menjalankan rencana bisnis atau proyek. 

Kemudian, penerbit bertanggung jawab untuk mengirimkan laporan secara berkala mengenai penggunaan dana, laporan keuangan, dan perkembangan proyek atau bisnis yang sedang dijalankan.

5. Kepemilikan dan Keuntungan

Investor yang berpartisipasi dalam securities crowdfunding akan memperoleh kepemilikan efek berupa saham, obligasi, atau sukuk sesuai dengan jumlah investasi yang mereka lakukan. 

Melalui kerja sama dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), semua instrumen investasi ini akan tercatat secara resmi di KSEI.

Sebagai imbalan atas investasi mereka, investor berpotensi memperoleh keuntungan dalam bentuk dividen, bunga, atau bagi hasil, yang akan diberikan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam proposal investasi yang diajukan.

Keuntungan dan Manfaat Securities Crowdfunding

Sistem urun dana menawarkan sejumlah keuntungan bagi perusahaan maupun investor, yang meliputi beberapa hal berikut.

1. Peluang Investasi Baru

Sistem urun dana memungkinkan investor individu untuk terlibat dalam investasi di berbagai usaha, sesuatu yang sebelumnya terbatas hanya pada investor institusi dengan dana besar. 

Kini, siapa pun memiliki kesempatan untuk berinvestasi dengan cara yang lebih mudah dan terjangkau.

2. Memperluas Portofolio Investasi

Melalui sistem crowdfunding sekuritas, investor bisa berinvestasi dalam berbagai usaha atau proyek sekaligus. Hal ini dikenal sebagai diversifikasi portofolio, yang berfungsi untuk meningkatkan potensi keuntungan sekaligus mengurangi risiko investasi.

3. Mendukung Inisiatif Sosial dan Lingkungan

Banyak platform crowdfunding sekuritas kini berfokus pada pendanaan proyek-proyek yang memberikan dampak positif terhadap aspek sosial dan lingkungan. 

Dengan berpartisipasi dalam pendanaan proyek tersebut, investor dapat turut serta dalam upaya-upaya yang mendukung perubahan positif tersebut.

4. Pendapatan Pasif

Bergabung dalam pendanaan melalui securities crowdfunding dapat menjadi sumber pendapatan pasif yang menjanjikan. Investor tidak perlu terlibat langsung dalam operasi bisnis atau menjalankan proyek secara mandiri. 

Cukup dengan menunggu laporan keuangan, aktivitas, serta pembagian dividen yang diberikan secara berkala.

Namun, sebaiknya investor turut aktif dalam mempromosikan usaha yang mereka danai. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan potensi keuntungan bagi perusahaan yang mengeluarkan saham.

5. Tanpa Jaminan

Keuntungan ini sangat bermanfaat bagi perusahaan karena tidak ada kewajiban untuk menyediakan agunan guna memperoleh dana. Perusahaan yang melakukan penggalangan dana hanya perlu menawarkan saham sebagai kompensasi kepada investor.

Dengan demikian, investor memperoleh keuntungan berupa pendapatan yang sesuai dengan jumlah saham yang mereka terima dalam proses crowdfunding.

6. Akses yang Mudah

Sistem securities crowdfunding umumnya dilakukan melalui platform online, yang mempermudah investor untuk mengakses informasi tentang layanan tersebut. 

Kamu dapat memeriksa dan memantau perkembangan crowdfunding kapan saja dan di mana saja dengan cara yang praktis.

Skema Pendanaan Securities Crowdfunding

Dalam sistem pendanaan melalui Securities Crowdfunding, terdapat beberapa skema yang dapat dipilih, seperti saham, obligasi, dan sukuk. Berikut penjelasan mengenai ketiga skema tersebut.

1. Saham

Saham merupakan instrumen yang paling umum digunakan dalam securities crowdfunding. Dalam skema ini, perusahaan menawarkan sebagian kepemilikannya kepada investor dalam bentuk saham.

Investor yang membeli saham akan menjadi pemegang saham perusahaan dan berhak menerima bagian dari keuntungan yang diperoleh, serta memiliki hak untuk ikut mempengaruhi keputusan strategis perusahaan melalui hak suara dalam rapat pemegang saham.

Keuntungan dari investasi ini berasal dari pembagian dividen yang dihitung berdasarkan persentase kepemilikan saham perusahaan. Bisnis yang ditawarkan bisa berbentuk syariah maupun konvensional.

Keunggulan dari saham dalam crowdfunding adalah fleksibilitas dalam menentukan nilai perusahaan dan memperoleh dana tanpa kewajiban untuk melunasi seperti pada obligasi atau sukuk. 

Namun, ini juga berarti perusahaan harus siap untuk berbagi kontrol dan potensi keuntungan dengan pemegang saham lainnya.

2. Obligasi

Skema pendanaan lainnya dalam securities crowdfunding, yaitu obligasi atau bond, yang merupakan salah satu skema baru dalam izin equity crowdfunding yang diperluas ke securities crowdfunding.

Obligasi adalah surat utang yang dikeluarkan kepada investor sebagai bukti pinjaman yang harus dibayar kembali dengan bunga dalam periode waktu tertentu. 

Biasanya, surat utang ini diterbitkan oleh bank, kementerian, pemerintah, atau perusahaan swasta. Obligasi ini sudah mencakup fidusia aset atau jaminan invoice.

Dalam crowdfunding, obligasi sering ditawarkan sebagai alternatif bagi investor yang menginginkan pendapatan tetap dari bunga yang dibayar secara berkala.

Keuntungan bagi perusahaan yang menerbitkan obligasi melalui crowdfunding adalah mereka dapat memperoleh dana tanpa kehilangan kepemilikan atau kontrol perusahaan, berbeda dengan penerbitan saham. 

Namun, perusahaan harus memastikan untuk memenuhi kewajiban pembayaran bunga dan pokok obligasi tepat waktu sesuai kesepakatan.

3. Sukuk

Skema pendanaan berikutnya dalam securities crowdfunding, yakni sukuk, atau Surat Tanda Kepemilikan Bersama, yang mengacu pada prinsip syariah Islam. 

Dalam sukuk, investor menerima pengembalian investasi mereka berdasarkan bagi hasil atau aset, bukan bunga.

Sukuk dalam konteks crowdfunding menarik bagi investor yang ingin berinvestasi sesuai dengan prinsip syariah. 

Perusahaan dapat menggunakan sukuk untuk mendapatkan dana dalam skema crowdfunding dengan cara yang mematuhi prinsip-prinsip syariah, seperti untuk pembiayaan proyek atau usaha tertentu.

Sebagai penutup, securities crowdfunding adalah solusi inovatif yang memungkinkan investor dan perusahaan untuk saling berkolaborasi dalam pendanaan, membuka peluang baru bagi kedua pihak untuk tumbuh dan berkembang.

Terkini