Kolaborasi Pendidikan dan Riset Indonesia-Australia Ditingkatkan untuk Masa Depan Bersama

Jumat, 28 November 2025 | 14:06:24 WIB
Kolaborasi Pendidikan dan Riset Indonesia-Australia Ditingkatkan untuk Masa Depan Bersama

JAKARTA - Kerja sama di bidang pendidikan menjadi fokus utama hubungan antara Indonesia dan Australia. 

Menteri Pendidikan Australia, Jason Clare MP, bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia, Brian Yuliarto, memperbarui Perjanjian Kerja Sama (MoU) untuk memperkuat kolaborasi kedua negara.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan pilar penting dalam hubungan bilateral. 

MoU terbaru menegaskan prioritas kedua pemerintah untuk meningkatkan kerjasama di bidang pendidikan tinggi dan penelitian. “Perjanjian ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk mendorong kolaborasi yang bermanfaat bagi mahasiswa dan akademisi,” ujar Dubes Brazier.

Pertumbuhan Mahasiswa Indonesia di Australia

Kerja sama pendidikan ini sejalan dengan minat mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di Australia. Pada 2024 tercatat sekitar 24.000 mahasiswa Indonesia belajar di negara Kanguru tersebut, menjadikan Australia sebagai tujuan utama pendidikan internasional bagi generasi muda Indonesia.

Fenomena ini tidak hanya memperkuat hubungan akademik, tetapi juga membuka peluang pertukaran ilmu dan pengalaman lintas budaya. Mahasiswa Indonesia dapat merasakan pengalaman pendidikan berstandar internasional, sekaligus membawa pengetahuan dan inovasi kembali ke tanah air.

Menurut keterangan resmi, peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia di Australia juga mendorong universitas-universitas di kedua negara untuk memperluas program kolaboratif, baik dalam bentuk pertukaran mahasiswa maupun penelitian bersama.

Kampus Internasional di Indonesia Perluas Akses Riset

Selain program pertukaran mahasiswa, beberapa universitas Australia telah bekerja sama dengan institusi internasional untuk membuka kampus di Indonesia. 

Tiga universitas terkemuka, yakni Monash University, Western Sydney University, dan Deakin University, bekerja sama dengan Lancaster University Inggris untuk menghadirkan pendidikan dan penelitian berkelas dunia di tanah air.

Kehadiran kampus-kampus ini memperluas akses bagi mahasiswa Indonesia untuk mendapatkan pendidikan internasional tanpa harus meninggalkan negara. Selain itu, fasilitas tersebut mendorong kolaborasi penelitian yang fokus pada inovasi dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di kedua negara.

Duta Besar Brazier menyampaikan harapan agar MoU yang diperbarui dapat semakin memperkuat hubungan bilateral. “Perjanjian ini diharapkan membuka peluang baru bagi kolaborasi pendidikan dan penelitian, serta membangun fondasi yang lebih kuat bagi generasi muda Indonesia dan Australia,” ujarnya.

Kolaborasi Akademik Dorong Inovasi dan Kapasitas

Hingga saat ini, ratusan kemitraan akademik dan penelitian telah terjalin antara universitas dan lembaga riset di Australia dan Indonesia. Kolaborasi ini mencakup berbagai bidang, mulai dari sains, teknologi, hingga pendidikan tinggi, yang pada akhirnya mendukung pembangunan kapasitas dan kapabilitas di kedua negara.

Kerja sama ini juga menjadi sarana bagi kedua negara untuk menghadapi tantangan global secara bersama-sama. Pertukaran pengetahuan, pengalaman penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia menjadi inti dari hubungan strategis ini.

Dengan MoU yang diperbarui, diharapkan kedua negara dapat terus memperkuat hubungan pendidikan tinggi dan riset, menciptakan peluang baru bagi akademisi dan mahasiswa, serta menumbuhkan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Terkini

Cek paket Zalora: Panduan Lengkap Melacak Pesananmu

Minggu, 30 November 2025 | 12:17:45 WIB

Update Harga iPhone 13 di iBox Terbaru 2025

Minggu, 30 November 2025 | 12:17:44 WIB

10 Aplikasi Menulis di Android 2025

Minggu, 30 November 2025 | 10:17:04 WIB

Harga HP Tecno Pova 5 dan Spesifikasinya di Indonesia

Minggu, 30 November 2025 | 10:16:54 WIB