Kredit Pintar

Kredit Pintar Dorong Literasi Keuangan Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas

Kredit Pintar Dorong Literasi Keuangan Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas
Kredit Pintar Dorong Literasi Keuangan Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas

JAKARTA - Upaya memperluas literasi keuangan terus dilakukan di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital. 

Pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan dinilai menjadi bekal penting agar masyarakat mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, merencanakan masa depan, serta menghadapi kondisi darurat secara lebih siap. 

Dalam konteks tersebut, inklusivitas menjadi faktor krusial agar tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal, termasuk penyandang disabilitas.

Melihat kebutuhan tersebut, Kredit Pintar kembali menggelar kegiatan edukasi melalui program Kelas Pintar Bersama dengan tema Finansial Inklusif untuk Semua. 

Kali ini, kegiatan literasi keuangan tersebut secara khusus menyasar penyandang disabilitas dengan menggandeng Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) sebagai mitra strategis. 

Kolaborasi ini bertujuan mendorong pemahaman yang aman, mudah, dan inklusif mengenai pengelolaan keuangan serta pemanfaatan layanan pinjaman digital.

Literasi Keuangan Sebagai Hak Setiap Warga

Head of Brand & Communications Kredit Pintar, Puji Sukaryadi, menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan hak setiap orang tanpa terkecuali. 

Menurutnya, pemahaman keuangan yang baik akan membantu individu mengambil keputusan secara lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

“Setiap orang berhak paham keuangan, termasuk teman-teman difabel. Untuk itu, mari kita belajar bersama dalam suasana yang aman dan inklusif tanpa takut salah. Mari memahami keuangan dengan cara yang mudah dan jujur bersama Kredit Pintar,” ujar Puji.

Ia menjelaskan bahwa edukasi keuangan tidak seharusnya bersifat eksklusif atau menimbulkan rasa takut. Dengan pendekatan yang ramah dan terbuka, peserta diharapkan dapat memahami konsep dasar pengelolaan keuangan tanpa tekanan, sekaligus berani mengajukan pertanyaan terkait persoalan yang mereka hadapi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan uang, pentingnya kesiapan finansial sebelum mengambil pinjaman, serta pengenalan layanan pinjaman berbasis aplikasi digital yang resmi dan memiliki regulasi jelas untuk melindungi pengguna.

Edukasi Pinjaman Digital Yang Aman Dan Bertanggung Jawab

Selain membahas pengelolaan keuangan, materi literasi juga menyoroti aspek kehati-hatian dalam memanfaatkan pinjaman digital. Peserta dibekali informasi mengenai risiko apabila tidak bijak dalam meminjam, termasuk potensi masalah keuangan yang dapat muncul di kemudian hari.

Tak hanya itu, Kredit Pintar juga memberikan edukasi mengenai berbagai modus penipuan yang kerap menyasar pengguna layanan keuangan digital. 

Dengan pemahaman tersebut, peserta diharapkan mampu lebih waspada dan tidak mudah terjebak pada tawaran pinjaman yang tidak jelas legalitasnya.

Materi disampaikan dengan metode yang disebut mudah dipahami dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Pendekatan ini memungkinkan peserta belajar tanpa rasa takut untuk menyampaikan kendala atau pengalaman pribadi terkait pengelolaan keuangan dan penggunaan pinjaman online.

Kredit Pintar menilai bahwa pemahaman mengenai layanan keuangan digital yang aman dan berizin merupakan langkah penting untuk melindungi masyarakat dari risiko penyalahgunaan layanan pinjaman.

Dukungan PPDI Untuk Inklusi Keuangan

Ketua Umum PPDI, Norman Yulian, menyambut baik inisiatif literasi keuangan yang menyasar penyandang disabilitas. Ia menegaskan bahwa kelompok difabel memiliki hak yang sama untuk memahami, mengakses, dan memanfaatkan layanan keuangan secara aman.

“Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memahami, mengakses, dan memanfaatkan layanan keuangan secara aman. Pemahaman keuangan yang baik akan membantu kami mengambil keputusan yang lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” sebut Norman.

Ia juga mengapresiasi pendekatan inklusif yang diterapkan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, ruang belajar yang ramah dan tanpa stigma sangat penting agar penyandang disabilitas merasa nyaman dalam meningkatkan pemahaman keuangan.

“Kami mengapresiasi inisiatif Kredit Pintar yang menghadirkan ruang belajar yang inklusif, ramah, dan tanpa stigma. Kolaborasi seperti ini penting untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam upaya mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia,” imbuh dia.

Norman menilai, kerja sama lintas sektor seperti ini dapat menjadi contoh dalam memperluas literasi keuangan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Komitmen Berkelanjutan Kredit Pintar

Kredit Pintar menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra masyarakat dalam pengelolaan keuangan. Puji menyampaikan bahwa literasi keuangan yang aman dan inklusif merupakan kunci dalam membangun kesejahteraan bersama.

“Kredit Pintar percaya bahwa literasi keuangan yang aman dan inklusif adalah kunci dalam membangun kesejahteraan bersama. Karena setiap orang berhak merasa aman dan mandiri secara finansial. Memahami keuangan membantu kita mengenali kebutuhan, menggunakan uang dengan bijak, serta tahu ke mana harus bertanya dan mengadu jika mengalami kesulitan. Belajar keuangan tidak perlu takut salah. Kita belajar bersama, dengan cara yang mudah, aman, dan saling mendukung,” kata Puji.

Sejak 2022 hingga Januari 2026, program Kelas Pintar Bersama telah menjangkau lebih dari 3.200 anggota masyarakat di 43 kota di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara, Bali, dan Kalimantan. Cakupan tersebut disebut akan terus diperluas seiring komitmen perusahaan dalam menyediakan edukasi yang merata.

“Jumlah ini akan terus bertambah seiring komitmen Kredit Pintar dalam menyediakan edukasi yang merata, memperluas inklusi keuangan, serta membekali masyarakat dengan pengetahuan untuk mengambil keputusan finansial yang cerdas, aman, dan berkelanjutan di era digital, termasuk dalam hal ini menjangkau masyarakat difabel,” tambah Puji.

Dari sisi kinerja, sepanjang 2025 Kredit Pintar mencatat penyaluran pinjaman lebih dari Rp 9,5 triliun. Sejak berdiri pada 2017, total akumulasi pinjaman yang disalurkan telah melampaui Rp 60,5 triliun. 

Kredit Pintar merupakan platform pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi yang berizin dan diawasi OJK.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index