Bank Indonesia

Bank Indonesia Bergabung Dalam Proyek Nexus Perkuat Sistem Pembayaran Antarnegara

Bank Indonesia Bergabung Dalam Proyek Nexus Perkuat Sistem Pembayaran Antarnegara
Bank Indonesia Bergabung Dalam Proyek Nexus Perkuat Sistem Pembayaran Antarnegara

JAKARTA - Bank Indonesia secara resmi menyatakan kesiapannya untuk terlibat dalam inisiatif Proyek Nexus berskala global.

Langkah strategis ini diambil guna memperkuat infrastruktur sistem pembayaran lintas batas yang lebih efisien serta sangat terintegrasi.

Melalui proyek ini, bank sentral berupaya untuk mempermudah transaksi keuangan internasional bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah Indonesia.

Keterlibatan Indonesia dalam jaringan pembayaran digital dunia ini merupakan bagian dari transformasi besar menuju ekonomi digital nasional.

Inisiatif Global Proyek Nexus Untuk Konektivitas Pembayaran Lintas Batas

Bank Indonesia bergabung bersama sejumlah bank sentral terkemuka lainnya di kawasan regional untuk mengembangkan platform konektivitas pembayaran digital yang canggih.

Proyek Nexus sendiri merupakan sebuah inisiatif yang dirancang oleh Bank for International Settlements atau BIS guna menghubungkan sistem pembayaran instan.

Tujuan utamanya adalah untuk memungkinkan pengiriman dana antarnegara dilakukan secepat dan semudah melakukan transaksi domestik di dalam negeri sendiri.

Sistem ini akan memangkas berbagai hambatan birokrasi dan teknis yang selama ini membuat biaya pengiriman uang internasional menjadi mahal.

Pengumuman mengenai partisipasi Indonesia dalam proyek ambisius ini disampaikan secara resmi pada Selasa 3 Februari 2026 melalui kanal informasi publik.

BI menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan visi cetak biru sistem pembayaran Indonesia yang fokus pada inovasi dan juga keamanan.

Melalui Proyek Nexus, transaksi keuangan antara penduduk Indonesia dengan penduduk di negara mitra dapat diselesaikan hanya dalam hitungan detik saja.

Hal ini diprediksi akan memberikan dampak positif yang sangat luas bagi pertumbuhan sektor perdagangan serta jasa internasional di masa depan.

Keuntungan Efisiensi Biaya Dan Kecepatan Transaksi Bagi Pelaku Usaha

Konektivitas yang dibangun dalam Proyek Nexus diharapkan mampu menurunkan biaya transaksi pengiriman uang lintas negara secara signifikan bagi para nasabah.

Selama ini, proses remitansi atau pengiriman uang ke luar negeri seringkali melibatkan banyak bank koresponden sehingga memakan waktu dan biaya tambahan.

Dengan adanya sistem pembayaran yang terintegrasi secara langsung, mata rantai transaksi yang panjang tersebut dapat dipotong menjadi lebih singkat dan transparan.

Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM akan menjadi pihak yang paling diuntungkan dari adanya efisiensi biaya operasional tersebut.

Pihak Bank Indonesia terus melakukan koordinasi teknis dengan para penyelenggara jasa pembayaran di dalam negeri untuk menyiapkan infrastruktur pendukung yang mumpuni.

Keamanan data dan perlindungan konsumen tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahap pengembangan konektivitas pembayaran antarnegara yang dilakukan oleh pemerintah.

Standardisasi sistem pembayaran menggunakan teknologi terkini akan memastikan bahwa setiap dana yang dikirimkan dapat sampai ke tujuan dengan sangat akurat.

Inovasi ini akan memperkuat daya saing produk ekspor Indonesia di pasar global karena kemudahan mekanisme pembayaran yang ditawarkan kepada para pembeli.

Peran Strategis Bank Indonesia Dalam Kepemimpinan Ekonomi Digital Regional

Keterlibatan aktif Bank Indonesia dalam Proyek Nexus juga mempertegas posisi tawar Indonesia sebagai pemimpin dalam inovasi keuangan di kawasan Asia.

Sinergi antara negara-negara anggota ASEAN dalam hal konektivitas pembayaran terus ditingkatkan guna mewujudkan integrasi ekonomi kawasan yang lebih solid dan kuat.

Gubernur Bank Indonesia menyatakan bahwa kolaborasi internasional ini merupakan kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya mobilitas manusia dan juga arus barang global.

Proyek Nexus akan menjadi jembatan bagi terciptanya ekosistem keuangan digital yang inklusif dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat di wilayah nusantara.

Selain mempermudah urusan bisnis, sistem ini juga akan sangat membantu para pekerja migran Indonesia dalam mengirimkan nafkah kepada keluarga.

Kemudahan akses serta transparansi nilai tukar yang ditawarkan oleh Proyek Nexus akan melindungi para pekerja dari praktik biaya tersembunyi.

Bank sentral berkomitmen untuk terus mengawal implementasi proyek ini agar dapat segera diluncurkan secara penuh sesuai dengan peta jalan global.

Teknologi ini merupakan jawaban atas tantangan zaman yang menuntut segala aspek kehidupan manusia berjalan secara serba cepat dan juga praktis.

Visi Integrasi Keuangan Global Dan Stabilitas Moneter Nasional Indonesia

Bergabungnya Indonesia ke dalam jaringan Proyek Nexus mencerminkan kesiapan bangsa dalam menghadapi arus globalisasi ekonomi yang semakin tanpa sekat saat ini.

Integrasi sistem pembayaran antarnegara yang kuat akan mendukung stabilitas nilai tukar melalui pengelolaan arus devisa yang jauh lebih efisien dan terukur.

Pemerintah berharap inovasi ini dapat menarik lebih banyak investasi asing masuk ke Indonesia melalui kemudahan prosedur keuangan yang sangat modern.

Stabilitas moneter dan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas tetap menjadi sasaran akhir dari setiap kebijakan digitalisasi sistem pembayaran yang dilakukan BI.

Pihak otoritas moneter akan terus melakukan evaluasi serta penyempurnaan aturan guna memastikan bahwa sistem ini tahan terhadap berbagai risiko serangan siber.

Masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan literasi digital keuangan agar dapat memanfaatkan seluruh fasilitas pembayaran antarnegara ini dengan sangat bijak dan aman.

Masa depan sistem pembayaran Indonesia kini telah memasuki babak baru yang lebih cerah seiring dengan bergabungnya bank sentral dalam Proyek Nexus.

Dedikasi ini merupakan bukti nyata bahwa Indonesia siap menjadi bagian dari kemajuan teknologi finansial dunia yang memberikan manfaat bagi semua.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index