JAKARTA - Badan Pusat Statistik melaporkan total nilai impor Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai angka US$ 241,86 miliar.
Pencapaian angka impor tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan sebesar 2,83 persen jika dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Data otoritas statistik menunjukkan dinamika yang kontras antara sektor energi dan sektor lainnya dalam struktur perdagangan internasional Indonesia sepanjang dua belas bulan terakhir.
Kinerja Sektor Migas dan Nonmigas Indonesia
Nilai impor untuk sektor migas pada periode Januari hingga Desember 2025 tercatat berada di level US$ 32,77 miliar atau mengalami penurunan sebesar 9,67 persen.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan sektor nonmigas yang justru mengalami kenaikan sebesar 5,11 persen dengan total nilai mencapai US$ 209,69 miliar secara kumulatif.
Pergerakan angka ini memberikan gambaran jelas mengenai pergeseran kebutuhan komoditas dari luar negeri yang masuk ke pasar domestik Indonesia selama satu tahun kalender penuh.
Lonjakan Impor Barang Modal di Pasar Domestik
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa berdasarkan golongan penggunaan barang, terjadi peningkatan signifikan pada impor barang modal selama periode tahun 2025.
Nilai impor barang modal menyentuh angka US$ 50,13 miliar atau melonjak hingga 20,06 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu dengan andil mencapai 3,56 persen.
Kenaikan sektor barang modal ini seringkali dianggap sebagai sinyal positif bagi aktivitas investasi dan ekspansi industri manufaktur di dalam negeri yang terus menunjukkan tren pertumbuhan.
Penurunan Permintaan Bahan Baku dan Barang Konsumsi
Meskipun barang modal mengalami kenaikan, kelompok bahan baku atau penolong justru mengalami penurunan sebesar 0,83 persen dengan nilai total mencapai US$ 169,30 miliar tahun ini.
Tren penurunan serupa juga terjadi pada kelompok barang konsumsi yang merosot sebesar 1,35 persen menjadi US$ 22,42 miliar dibandingkan dengan pencapaian pada tahun yang lalu.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ateng Hartono dalam rilis resmi data statistik yang digelar di hadapan awak media pada hari Senin 2 Februari 2026.
Struktur Impor Indonesia Sepanjang Tahun Dua Ribu Dua Puluh Lima
Secara keseluruhan, struktur impor Indonesia masih didominasi oleh bahan baku meskipun secara persentase tahunan mengalami sedikit koreksi jika dibandingkan dengan data pada tahun sebelumnya.
Para pelaku usaha dan pengambil kebijakan kini terus memantau pergerakan data ini untuk memastikan keseimbangan neraca perdagangan tetap terjaga di tengah fluktuasi harga komoditas global.
Data final yang disajikan oleh BPS ini menjadi rujukan utama bagi pemerintah dalam menentukan langkah strategis ekonomi nasional guna menghadapi tantangan pada periode fiskal berikutnya.