JAKARTA - Kinerja industri barang logam bukan mesin dan peralatannya menunjukkan tren ekspansi pada Maret 2026.
Indeks Kepercayaan Industri (IKI) sektor ini berada di level 54,04, menandakan aktivitas manufaktur masih tumbuh. Pertumbuhan tersebut didorong oleh permintaan dari berbagai sektor hilir yang tetap tinggi.
Permintaan dari sektor otomotif hingga program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menjadi penopang. Salah satunya terlihat pada kebutuhan food tray dalam program tersebut. Hal ini memberi tambahan dorongan meski bukan menjadi faktor dominan.
Febri Hendri Antoni Arief menekankan bahwa cakupan industri logam dalam KBLI 25 sangat luas. Produk-produk yang termasuk meliputi besi cor, besi baja, permesinan, dan komponen otomotif. Oleh karena itu, food tray hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan industri.
Peran Food Tray dalam Industri
Kemunculan isu food tray belakangan ini berkaitan dengan regulasi baru pemerintah. Permenperin No 1 Tahun 2026 mengatur penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib untuk wadah makanan berbahan baja tahan karat. Regulasi ini diharapkan melindungi konsumen dari produk impor yang tidak memenuhi standar.
Kebijakan ini juga memberikan peluang bagi produsen lokal untuk berkembang. Dengan standar nasional yang diterapkan, produksi domestik food tray mendapat dorongan tambahan. Namun, Febri menegaskan, food tray tetap hanya bagian kecil dari industri logam secara keseluruhan.
Selain itu, regulasi tersebut memperjelas arah industri untuk memenuhi standar kualitas. Produsen lokal kini memiliki kepastian pasar dan perlindungan dari persaingan produk impor. Dengan demikian, keberadaan food tray dalam program MBG menjadi contoh nyata implementasi regulasi SNI.
Permintaan Food Tray untuk Program MBG
Sekretaris Direktorat Jenderal ILMATE, Sri Hastuti Nawaningsih, menyampaikan bahwa produksi food tray disiapkan khusus untuk kebutuhan program MBG. Produksi tersebut memang meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini sejalan dengan program pemerintah yang membutuhkan standar produk tinggi.
Meski demikian, peningkatan produksi food tray tidak menjadi faktor utama ekspansi industri logam secara keseluruhan. Sektor logam masih ditopang oleh permintaan luas dari berbagai industri lain. Dengan kata lain, food tray hanya memberikan kontribusi tambahan terhadap pertumbuhan industri.
Hastuti menambahkan, produsen lokal diharapkan tetap menjaga kualitas sesuai standar nasional. Dukungan regulasi membantu menjamin keseragaman mutu produk. Langkah ini juga memastikan program MBG berjalan lancar dengan ketersediaan food tray yang aman digunakan.
Faktor Pendukung Ekspansi Industri Logam
Kinerja sektor logam tidak semata-mata dipengaruhi produksi food tray, melainkan oleh permintaan dari banyak sektor industri. Konstruksi, pemesinan otomotif, dan industri alat angkut lainnya turut mendukung pertumbuhan. Hal ini tercermin dari nilai IKI yang masih berada pada fase ekspansi.
Permintaan domestik yang meningkat memberi dorongan signifikan terhadap kegiatan produksi. Industri logam mampu menyesuaikan kapasitas dan volume produksi sesuai kebutuhan pasar. Dengan begitu, sektor ini tetap tumbuh stabil meskipun ada fokus tambahan pada food tray.
Febri menegaskan, keberagaman permintaan membuat industri logam lebih resilien. Tidak hanya mengandalkan satu jenis produk, tetapi mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang dinamis. Pendekatan ini menjadikan industri logam sebagai sektor manufaktur yang adaptif.
Prospek Industri Logam ke Depan
Dengan tren ekspansi saat ini, industri logam menunjukkan prospek yang positif. Permintaan dari sektor hilir dan dukungan regulasi nasional memperkuat fondasi pertumbuhan. Produsen lokal diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi.
Industri logam juga berpotensi memberikan kontribusi signifikan pada program-program pemerintah. Dukungan terhadap MBG, pengembangan otomotif, dan sektor konstruksi menjadi contoh penerapan kapasitas produksi yang adaptif. Dengan strategi ini, pertumbuhan industri logam diharapkan terus berlanjut.
Lebih jauh, kombinasi regulasi, permintaan domestik, dan inovasi produksi menjadi kunci keberlanjutan. Industri logam tidak hanya menyediakan produk, tetapi juga mendukung pembangunan ekonomi nasional. Dengan pemahaman ini, sektor logam dapat terus tumbuh dan berkontribusi pada perekonomian yang lebih luas.