JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik ke zona hijau pada pembukaan perdagangan hari ini, menandakan sentimen positif dari para investor.
IHSG tercatat berada di posisi 8.555,656 dan kemudian naik sebesar 21,395 poin atau 0,25 persen ke level 8.567,260. Meskipun sempat menyentuh level tertinggi 8.570 dan terendah 8.536, IHSG menunjukkan pola rebound yang mengindikasikan adanya optimisme di pasar saham domestik.
Pada perdagangan pagi ini, tercatat sebanyak 256 saham emiten menguat, 257 saham melemah, dan 184 saham stagnan.
Total transaksi tercatat mencapai Rp2,110 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan 7,007 miliar lembar. Kapitalisasi pasar pun berada di angka Rp15.729,503 triliun, memperlihatkan likuiditas yang relatif tinggi di pasar saham Indonesia.
Sentimen Pasar Asing dan Pergerakan IHSG
Rebound IHSG juga dipengaruhi oleh sentimen asing yang sebelumnya sempat melakukan net sell sebesar Rp884 miliar.
Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain BUMI, BBRI, BBCA, INET, dan BMRI. Meski terjadi tekanan pada sesi sebelumnya, kenaikan pagi ini menunjukkan bahwa pasar domestik mulai menyesuaikan diri terhadap dinamika global dan domestik.
Selain itu, pergerakan IHSG turut dipengaruhi oleh tren positif di pasar internasional. Indeks-indeks saham Wall Street mencatat rally empat hari berturut-turut menjelang libur Thanksgiving.
Dow Jones Industrial Average naik 314,67 poin atau 0,67 persen, S&P 500 menguat 0,69 persen, dan Nasdaq Composite bertambah 0,82 persen. Lonjakan ini terutama didorong oleh rebound saham teknologi dan ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada bulan Desember.
Pasar Saham Asia-Pasifik Menguat
Tidak hanya di Amerika Serikat, pasar saham Asia-Pasifik juga mengalami penguatan pada perdagangan terakhir. Di Jepang, indeks Nikkei 225 dan Topix masing-masing naik hampir dua persen.
Indeks Kospi Korea Selatan melesat 2,67 persen, Kosdaq bertambah 2,49 persen, dan indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,81 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong meningkat 0,13 persen, Taiex Taiwan naik 1,85 persen, dan CSI 300 China bertambah 0,61 persen.
Kenaikan di kawasan Asia-Pasifik ini memberikan dorongan positif bagi IHSG. Investor domestik menjadi lebih optimistis karena pergerakan indeks regional menunjukkan tren penguatan yang sejalan dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
Hal ini menjadi salah satu indikator bahwa likuiditas global tetap mendukung pertumbuhan pasar saham di Asia.
Prediksi IHSG dan Level Teknis
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memproyeksikan IHSG berpotensi rebound lebih lanjut.
Menurut analis tersebut, support IHSG berada pada kisaran 8.480–8.520, sedangkan resist berada di level 8.570–8.600. Pergerakan ini mencerminkan adanya peluang penguatan teknis yang dapat dimanfaatkan oleh investor jangka pendek maupun jangka panjang.
Sentimen positif dari pasar global dan domestik diharapkan mendorong aktivitas perdagangan lebih aktif pada sisa akhir tahun ini. Dengan catatan, investor tetap perlu memperhatikan faktor eksternal seperti kebijakan moneter The Fed dan dinamika ekonomi global yang dapat mempengaruhi volatilitas pasar.
Kombinasi antara rebound IHSG, penguatan pasar Asia-Pasifik, dan ekspektasi pemangkasan suku bunga memberikan dasar optimisme bagi pelaku pasar untuk melihat peluang pertumbuhan investasi.