JAKARTA - Sekretaris Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN) Ermia Sofiyessi menyampaikan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berhasil menciptakan lapangan kerja baru yang signifikan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Total pekerja baru yang tercatat hingga saat ini telah mencapai 897.777 orang. Angka ini menunjukkan dampak positif MBG terhadap peningkatan kesempatan kerja di sektor gizi nasional.
Ermia menekankan, pencapaian tersebut sejalan dengan target BGN untuk memperluas jangkauan Program MBG di seluruh Indonesia. "Capaian lapangan kerja baru di SPPG kita sudah mencapai 897.777," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan kontribusi program terhadap penyerapan tenaga kerja sekaligus mendukung kesehatan masyarakat.
Selain itu, Ermia mengungkapkan pentingnya peran SPPG dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama kelompok yang rentan. Peningkatan lapangan kerja juga menjadi indikator keberhasilan program dalam mendukung ekonomi lokal. Dampak sosial dan ekonomi ini menjadi pertimbangan utama dalam penentuan target pembangunan SPPG berikutnya.
Jumlah SPPG dan Penerima Manfaat
Hingga 12 Februari 2026, tercatat sebanyak 21.897 SPPG telah beroperasi di seluruh Indonesia. Setiap unit melayani 65 juta penerima manfaat, mulai dari siswa PAUD hingga SMA, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Data ini menunjukkan luasnya jangkauan Program MBG di berbagai lapisan masyarakat.
"Per 12 Februari ada 21.897 SPPG sudah berjalan. Saat ini portal sudah ditutup, hanya menunggu proses pembangunan sampai selesai. Penerima manfaat saat ini sudah mencapai 65 juta," jelas Ermia.
Pernyataan ini menekankan kesiapan BGN dalam mendukung distribusi makanan bergizi secara merata. Program MBG kini tidak hanya fokus pada anak-anak, tetapi juga mencakup kelompok masyarakat yang lebih luas.
Jumlah SPPG yang besar menunjukkan kapasitas operasional BGN dalam menangani program berskala nasional. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Pengelolaan yang efektif menjadi kunci keberhasilan program untuk memberikan manfaat maksimal.
Target Pembangunan SPPG 2026
BGN menargetkan pada Maret 2026 terdapat 23 ribu SPPG yang telah beroperasi untuk melayani Program MBG. Saat ini, terdapat sekitar 5.000 SPPG yang sedang dalam proses pembangunan. Target ini mencerminkan upaya BGN untuk terus memperluas layanan Program MBG ke seluruh wilayah Indonesia.
Ermia menambahkan, peningkatan jumlah SPPG didorong oleh animo masyarakat yang tinggi terhadap program ini. Pada 2025, total SPPG yang beroperasi mencapai 32 ribu unit, dan untuk 2026 ditargetkan 33.670 unit. Dari jumlah tersebut, 25.400 SPPG akan berada di daerah aglomerasi, sementara 8.270 unit ditujukan untuk wilayah terpencil.
Penambahan SPPG di daerah terpencil bertujuan menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini sulit mengakses makanan bergizi. Hal ini menunjukkan keseriusan BGN dalam menyeimbangkan distribusi layanan di wilayah urban dan rural. Ketersediaan SPPG yang merata diharapkan meningkatkan efektivitas Program MBG secara nasional.
Penerima Manfaat Baru Program MBG
Tahun 2026 menandai perluasan penerima manfaat Program MBG, termasuk guru dan tenaga kependidikan. Pada 2025, kelompok ini belum mendapatkan layanan MBG, sehingga perluasan ini merupakan langkah strategis.
"Tahun 2026 juga terdapat penambahan penerima manfaat, dimana tahun 2025 guru dan tenaga kependidikan belum mendapatkan MBG, maka mulai Januari 2026 guru dan tenaga kependidikan sudah menerima di sekolah," jelas Ermia.
Langkah ini memastikan seluruh ekosistem pendidikan ikut merasakan manfaat gizi yang lebih baik. Penambahan penerima manfaat di sektor pendidikan diharapkan meningkatkan produktivitas guru dan kualitas pembelajaran. Program MBG kini tidak hanya fokus pada penerima manfaat anak-anak, tetapi juga tenaga pendidik yang menjadi bagian dari penggerak pendidikan nasional.
Perluasan penerima manfaat juga menciptakan dampak positif bagi masyarakat sekitar sekolah. Dengan meningkatnya konsumsi makanan bergizi, produktivitas tenaga kerja dan kualitas pendidikan diharapkan meningkat. Hal ini sekaligus menegaskan peran strategis MBG dalam mendukung pembangunan manusia unggul.
Dampak Ekonomi dan Sosial Program MBG
Program MBG tidak hanya berfokus pada gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Penciptaan 890 ribu lebih lapangan kerja menunjukkan efek langsung program terhadap perekonomian nasional. Tenaga kerja yang terserap di SPPG berkontribusi pada peningkatan daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Selain itu, kehadiran SPPG membantu mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan sosial dan ekonomi. Dampak sosial ini terlihat dari meningkatnya kesadaran gizi dan kesehatan di berbagai wilayah. Program MBG kini menjadi contoh integrasi kebijakan sosial dan ekonomi yang memberikan manfaat luas.
BGN menegaskan keberlanjutan Program MBG sebagai prioritas utama. Dengan perencanaan yang matang, pemantauan ketat, dan partisipasi masyarakat, program ini diharapkan terus memperluas dampak positifnya. Sinergi antara pemerintah, tenaga kerja, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program dalam jangka panjang.