Ekspor Motor

Ekspor Motor Indonesia Tumbuh Positif Awal Tahun 2026

Ekspor Motor Indonesia Tumbuh Positif Awal Tahun 2026
Ekspor Motor Indonesia Tumbuh Positif Awal Tahun 2026

JAKARTA - Kinerja industri sepeda motor nasional membuka awal tahun dengan sinyal yang cukup menggembirakan. 

Permintaan dari pasar internasional masih menunjukkan daya serap yang kuat terhadap produk rakitan dalam negeri, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi penting di kawasan. 

Peningkatan pengiriman unit secara bulanan maupun tahunan menjadi indikator bahwa daya saing produk tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.

Data terbaru dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia mencatat ekspor sepeda motor dalam bentuk completely built up pada Januari mencapai 52.924 unit. Realisasi tersebut meningkat 27,4 persen dibandingkan Desember tahun sebelumnya yang berjumlah 41.541 unit. 

Secara tahunan, kinerja ini juga tumbuh 29,5 persen dari posisi Januari tahun lalu sebesar 40.878 unit. Lonjakan tersebut memperlihatkan bahwa pasar global masih memberi ruang bagi produk otomotif Indonesia untuk berkembang.

Permintaan Global Masih Menjaga Momentum Ekspor

Kenaikan ekspor pada awal tahun menjadi penanda bahwa jaringan distribusi internasional tetap berjalan dengan baik. Produk sepeda motor buatan Indonesia dinilai mampu memenuhi kebutuhan berbagai negara tujuan, baik dari sisi kualitas, harga, maupun efisiensi produksi. 

Stabilitas permintaan ini penting karena industri otomotif memiliki keterkaitan luas dengan sektor manufaktur lain, termasuk komponen, logistik, serta tenaga kerja.

Di sisi lain, ekspor sepeda motor dalam bentuk completely knocked down tercatat relatif stabil. Pada Januari, realisasinya mencapai 673.703 unit, hanya turun tipis 0,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 674.701 unit. Namun jika dibandingkan Desember, performa tersebut justru meningkat 21,8 persen dari angka 553.037 unit. 

Pergerakan ini menunjukkan bahwa strategi ekspor berbasis perakitan di negara tujuan masih menjadi jalur penting bagi produsen nasional.

Tantangan Geopolitik Dan Daya Beli Pasar

Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, menilai dinamika ekspor dan penjualan domestik tidak dapat dilepaskan dari kondisi global. Ia menyoroti efek berganda ketidakpastian geopolitik yang berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara, termasuk pasar sepeda motor. 

Situasi tersebut membuat pelaku industri harus menjaga keseimbangan antara optimisme dan kewaspadaan dalam menyusun strategi bisnis.

Selain faktor eksternal, kondisi ekonomi nasional juga berperan dalam menentukan kekuatan pasar. Daya beli masyarakat menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan produksi, karena pasar domestik tetap menjadi penopang utama industri. 

“Produk motor kita sebenarnya sangat kompetitif, apalagi dengan rupiah yang melemah, harusnya lebih bersaing,” ucap Sigit. 

Pernyataan ini menegaskan bahwa faktor nilai tukar dapat memberi keuntungan tersendiri bagi kinerja ekspor.

Meski demikian, ketidakpastian global masih menjadi bayang-bayang bagi prospek tahun berjalan. Konflik geopolitik serta perlambatan ekonomi di sejumlah kawasan dinilai membatasi potensi peningkatan permintaan. 

“(Target ekspor 2026) kurang lebih sama dengan 2025. Tidak berharap ada peningkatan signifikan karena kondisi geopolitik global juga belum mendukung,” kata dia. 

Pandangan tersebut mencerminkan pendekatan realistis industri dalam menghadapi situasi dunia yang fluktuatif.

Fondasi Kuat Industri Sepeda Motor Nasional

Sepanjang tahun sebelumnya, total ekspor sepeda motor completely built up dari Indonesia mencapai ratusan ribu unit, sementara ekspor completely knocked down menembus jutaan unit. 

Selain itu, pengiriman komponen dalam bentuk part by part juga mencapai ratusan juta unit. Capaian tersebut menunjukkan skala industri yang besar sekaligus memperlihatkan kedalaman rantai pasok manufaktur otomotif nasional.

Keberhasilan menjaga volume ekspor menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan industri. Aktivitas produksi yang stabil tidak hanya berdampak pada kinerja perusahaan, tetapi juga terhadap penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan sektor pendukung, serta kontribusi terhadap devisa negara. 

Dengan struktur industri yang semakin matang, peluang untuk memperluas pasar ekspor tetap terbuka meskipun tantangan global belum sepenuhnya mereda.

Ke depan, konsistensi kualitas produk, efisiensi biaya produksi, serta adaptasi terhadap perubahan teknologi akan menjadi faktor penentu. Industri juga perlu membaca arah permintaan dunia yang mulai bergerak menuju kendaraan ramah lingkungan dan efisiensi energi. 

Jika mampu menyesuaikan diri dengan tren tersebut, posisi Indonesia dalam peta ekspor sepeda motor global berpotensi semakin kuat.

Momentum awal tahun yang positif memberi harapan bahwa sektor ini masih memiliki daya tahan tinggi. Walau dibayangi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi dunia, fondasi produksi, jaringan pasar, serta daya saing harga menjadi modal utama untuk menjaga kinerja ekspor tetap stabil sepanjang tahun berjalan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index