JAKARTA - Kondisi kesehatan gigi dan mulut yang buruk seperti gigi berlubang ternyata memiliki kaitan erat dengan risiko meningkatnya serangan jantung secara mendadak pada seseorang.
Banyak masyarakat yang selama ini masih mengabaikan masalah kesehatan mulut karena dianggap hanya memberikan dampak nyeri lokal tanpa menyadari ancaman serius terhadap organ vital lainnya.
Para pakar kesehatan mengingatkan bahwa bakteri yang bersarang pada lubang gigi dapat masuk ke dalam aliran darah dan memicu peradangan pada sistem kardiovaskular manusia secara permanen.
Mekanisme Perpindahan Bakteri Mulut Ke Organ Jantung
Infeksi yang terjadi pada pulpa gigi atau jaringan gusi memungkinkan bakteri penyebab pembusukan untuk menembus pembuluh darah kecil yang berada di bagian akar gigi yang terbuka.
Bakteri jenis streptococcus mutans yang biasanya ditemukan pada gigi berlubang dapat menempel pada lapisan dalam jantung dan menyebabkan kondisi medis berbahaya yang dikenal sebagai endokarditis.
Penjelasan medis pada Jumat 20 Februari 2026 menyebutkan bahwa proses peradangan ini dapat memicu terbentuknya plak pada pembuluh darah arteri yang menyuplai oksigen menuju ke jantung.
Kaitan Emas Antara Kebersihan Mulut Dan Kesehatan Arteri
Peradangan kronis yang berasal dari infeksi gigi dapat merusak dinding pembuluh darah sehingga mempermudah terjadinya penyumbatan atau penyempitan jalur distribusi darah ke seluruh bagian tubuh manusia.
Jika aliran darah menuju otot jantung terhambat akibat tumpukan plak yang dipicu oleh respon imun terhadap bakteri maka potensi serangan jantung akan meningkat secara drastis.
Oleh karena itu menjaga kesehatan gusi dan gigi bukan hanya soal estetika atau kenyamanan saat makan melainkan investasi jangka panjang untuk melindungi sistem peredaran darah Anda.
Gejala Klinis Yang Harus Diwaspadai Sejak Dini
Masyarakat sering kali baru mencari pertolongan medis saat rasa sakit pada gigi sudah tidak tertahankan lagi padahal infeksi tanpa gejala justru jauh lebih berbahaya bagi jantung.
Gusi yang sering berdarah saat menyikat gigi atau adanya bengkak kecil pada area rahang merupakan indikasi kuat bahwa bakteri sedang aktif menyerang jaringan lunak di mulut.
Kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena semakin lama infeksi menetap maka semakin besar pula beban kerja sistem imun yang bisa berdampak pada kelelahan otot jantung.
Langkah Pencegahan Melalui Rutinitas Kebersihan Mandiri
Menyikat gigi secara teratur minimal dua kali sehari dengan teknik yang benar merupakan cara paling efektif untuk memutus rantai perkembangan koloni bakteri jahat di dalam mulut.
Penggunaan benang gigi atau dental floss juga sangat disarankan untuk menjangkau sela-sela gigi yang sering menjadi tempat persembunyian sisa makanan yang tidak terjangkau oleh bulu sikat.
Selain itu mengurangi konsumsi makanan yang mengandung kadar gula tinggi akan sangat membantu mencegah terjadinya demineralisasi email gigi yang merupakan awal mula terbentuknya lubang pada gigi.
Pentingnya Pemeriksaan Rutin Ke Dokter Gigi Spesialis
Melakukan kunjungan rutin ke fasilitas kesehatan setidaknya enam bulan sekali sangat krusial untuk mendeteksi adanya lubang kecil yang mungkin belum dirasakan oleh penderita secara fisik.
Tindakan pembersihan karang gigi atau scaling secara berkala juga terbukti mampu menurunkan risiko peradangan pada gusi yang menjadi pintu masuk utama bakteri ke sistem sirkulasi.
Dengan menjaga kesehatan mulut secara maksimal secara tidak langsung Anda telah melakukan langkah preventif yang sangat besar dalam menjaga keberlangsungan fungsi jantung agar tetap sehat.