Industri Multifinance

BAF Optimalkan Skema Cicilan Kendaraan untuk Dorong Industri Multifinance 2026

BAF Optimalkan Skema Cicilan Kendaraan untuk Dorong Industri Multifinance 2026
BAF Optimalkan Skema Cicilan Kendaraan untuk Dorong Industri Multifinance 2026

JAKARTA - Industri multifinance diproyeksikan tumbuh positif pada 2026 dengan pembiayaan kendaraan bermotor sebagai kontributor utama. 

President Director PT Bussan Auto Finance (BAF) Koji Kato menilai kebutuhan mobilitas masyarakat tetap tinggi. Skema cicilan kendaraan roda dua dan roda empat menjadi salah satu faktor utama yang mendukung pertumbuhan piutang pembiayaan.

Menurut Koji, penyaluran pembiayaan motor baru seperti Yamaha tetap menjadi pendorong signifikan bagi perusahaan. Produk-produk Yamaha, termasuk NMAX Turbo Series, Fazzio, dan Gear Ultima 125, memiliki permintaan pasar yang kuat. Hal ini diharapkan memperkuat kontribusi pembiayaan terhadap pertumbuhan industri multifinance secara keseluruhan.

Selain itu, penjualan kendaraan melalui skema pembiayaan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat. Konsumen dapat memperoleh kendaraan sesuai kebutuhan tanpa terbebani sekaligus. Skema ini juga menjadi mekanisme strategis perusahaan dalam meningkatkan volume pembiayaan.

Pertumbuhan Pembiayaan Syariah dan Diversifikasi Produk

BAF juga mencatat peningkatan minat masyarakat terhadap pembiayaan berbasis syariah. Produk BAF Dana Syariah dengan jaminan BPKB motor atau mobil diproyeksikan terus tumbuh. Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap skema pembiayaan yang sesuai prinsip syariah.

Koji menekankan bahwa diversifikasi produk menjadi strategi penting perseroan. Selain motor baru, kontribusi bisnis lain juga dioptimalkan untuk memperluas pangsa pasar. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menjaga stabilitas pertumbuhan piutang pembiayaan secara berkelanjutan.

Digitalisasi juga menjadi bagian dari strategi diversifikasi. Proses pengajuan dan pencairan pembiayaan semakin efisien dan transparan. Inisiatif ini mendukung peningkatan pengalaman pelanggan serta efektivitas operasional perusahaan.

Tantangan Menjaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Kualitas

Tantangan utama BAF pada 2026 adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan dan kualitas portofolio. Dinamika daya beli masyarakat, pergerakan suku bunga, dan kondisi makroekonomi tetap menjadi faktor yang memengaruhi kinerja industri. “Kondisi tersebut berpotensi menahan laju pertumbuhan piutang pembiayaan,” ungkap Koji.

Perusahaan perlu tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan. Penguatan manajemen risiko menjadi kunci untuk memastikan kualitas aset tetap terjaga. Dengan langkah ini, BAF dapat mempertahankan portofolio yang sehat sekaligus mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

Selain itu, pengawasan terhadap skema pembiayaan berbasis syariah juga menjadi perhatian. Memastikan kesesuaian prinsip syariah sekaligus profitabilitas perusahaan menjadi fokus utama. Langkah ini penting agar pertumbuhan industri multifinance tetap seimbang dan aman.

Strategi Sinergi dengan Mitra dan Efisiensi Digital

BAF menekankan pentingnya sinergi strategis dengan Yamaha sebagai mitra utama. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat posisi perusahaan di segmen kendaraan roda dua. Koji menyebut bahwa sinergi ini menjadi tulang punggung dalam mendorong pertumbuhan pembiayaan motor baru.

Optimalisasi kontribusi bisnis lain juga menjadi strategi diversifikasi perusahaan. Pendekatan ini memungkinkan BAF tidak terlalu bergantung pada satu segmen. Digitalisasi proses pembiayaan pun dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman nasabah.

“Perseroan juga akan terus memperkuat manajemen risiko dan kualitas portofolio,” tambah Koji. Upaya ini penting agar pertumbuhan pembiayaan tetap sehat. Strategi tersebut mendukung perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar yang fluktuatif.

Prospek Pertumbuhan Multifinance yang Konstruktif

Meski menghadapi tantangan, BAF memandang 2026 sebagai momentum pertumbuhan yang lebih konstruktif. Perseroan menargetkan pertumbuhan piutang pembiayaan yang sejalan dengan rata-rata industri. Peningkatan ini tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta menjaga kualitas aset.

Koji optimistis bahwa kombinasi pertumbuhan pembiayaan motor baru, pembiayaan syariah, dan diversifikasi bisnis akan memberikan hasil positif. Penyaluran pembiayaan diharapkan tetap meningkat sesuai permintaan pasar. Dengan strategi yang terukur, BAF menargetkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan sepanjang 2026.

Perusahaan juga menekankan pentingnya digitalisasi dan efisiensi operasional. Proses pembiayaan yang cepat dan transparan membantu nasabah serta memperkuat posisi BAF. Secara keseluruhan, kombinasi strategi dan pengelolaan risiko menjadikan 2026 sebagai tahun yang prospektif bagi industri multifinance.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index